ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Shiddiqiyyah Ungkap Keunikan Jombang, Wabup Jombang: “Selama Ada Shiddiqiyyah, Indonesia Tidak Akan Tenggelam”
08 September 2025 07:00

Di antara keunikan yang disampaikan Sang Mursyid antara lain:
Pertama, asal-usul nama Jombang diberikan oleh Syekh Maulana Makhdum Ibrahim atau Sunan Bonang, penamaan yang erat kaitannya dengan peran Wali Songo.
Kedua, di Kecamatan Kabuh terdapat sistem pertahanan udara nasional. Keberadaan radar ini penting karena wilayah udara Indonesia dilintasi puluhan pesawat setiap harinya sehingga diperlukan pengawasan udara.
Ketiga, di Desa Kauman Jaziman, Kec. Kabuh, terdapat 55 gubug yang dibangun dengan indah. Masing-masing gubug mewakili identitas kabupaten/kota di Indonesia.
Keempat, dalam Ensiklopedia Indonesia jilid 4 disebutkan bahwa pusat Thoriqoh Shiddiqiyyah saat ini hanya ada di Kec. Ploso, Jombang.
Kelima, Presiden Pertama Republik Indonesia sekaligus Bapak Proklamator Indonesia, Ir. Soekarno lahir di Gang Buntu, Desa Rejoagung, Kec. Ploso, Jombang.
keenam, Jombang menjadi tempat lahirnya Nahdlatul Ulama (NU), organisasi Islam terbesar di Indonesia, yang menjadi pelopor kerjasama antara ulama dan umaro. Faktanya, organisasi ini memberikan manfaat bagi Rochmatan Lil'aalamin.
Ketujuh, terdapat dua pahlawan yang makamnya berada dalam satu kompleks di Jombang, yaitu K.H Hasyim Asy'ari dan putranya; Abdul Wahid Hasyim. Selain itu, seorang ulama asal Jombang, Abdurrohman Wahid (Gus Dur), cucu dari K.H. Hasyim Asy’ari, pernah menjadi Presiden Republik Indonesia.
Terkait keunikan maknawi tersebut, Sang Mursyid menyampaikan harapan bagi warga Jombang. "Kita sebagai warga Kab. Jombang harus syukur kepada Alloh Ta'ala. Kita ini mempunyai kabupaten yang menyimpan lebih dari 30 keunikan maknawi. Alchamdulillah, itulah berkat kepemimpinan ulama' - umaro' sampai sekarang ini, sehingga Jombang tidak ada demo demo kerusuhan. Ini satu nikmat berkat dari Alloh Ta'ala, semoga seterusnya Jombang dalam keadaan aman, tertib, rukun, toleransi dan lain lainnya. Itulah harapan kami."

Pada kesempatan ini, Sang Mursyid telah meresmikan lima gubug dengan menandatangani prasasti, meliputi Gubug Ponorogo, Gubug Kalimantan Timur, Gubug Gunung Kidul, Gubug Trenggalek, dan Gubug Rembang.
Rangkaian acara ditutup dengan ujuban atau ramah tamah di Musholla Khoddamul Ulum Shiddiqiyyah. (OPSHID MEDIA)
- Warga Ploso Jombang, Lestarikan Fakta Kelahiran Bung Karno!
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?
- Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Meningkatnya Jumlah Hewan Qurban di Shiddiqiyyah
- Idul ‘Adha dan Nilai Tashawuf Yang Menjelma Dalam Tradisi
- Rekontruksi Masjid Baitus Shiddiqin Menjadi Masjid Raya Fatchan Mubiina
- Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa