Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Haul 4 Leluhur, Kyai Mukhtar Ceritakan Kitab Dala’ilul Khoirot Peninggalan Sang Abah

26 April 2025 07:00

Haul 4 Leluhur, Kyai Mukhtar Ceritakan Kitab Dala’ilul Khoirot Peninggalan Sang Abah

(Jombang)—Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah mengadakan acara tasyakkuran Haul empat leluhur mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah yakni Kyai Haji Abdul Mu’thi dan Ibu Nyai Siti Nasichah, serta Haji Ismail beserta istrinya Hajjah Maimunah. Kyai Abdul Mu'thi dan Nyai Nasichah merupakan orang tua dari Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia, Kyai Moch. Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi, sedangkan Haji Ismail dan Hajjah Maimunah adalah sahabat dari orang tua Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah. Acara tersebut dilaksanakan pada hari Jum’at dan Sabtu (18-19/04/25) lalu.

Kyai Haji Abdul Mu’thi adalah ulama’ tashawuf dan Mursyid Thoriqoh Sammaniyya. Beliau juga berperan besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Salah satu tinggalan beliau adalah berupa bangunan masjid yang ada di pesantren Shiddiqiyyah pusat.

Selain dari pihak abah, ibu dari Kyai Mukhtar yaitu Nyai Nasichah juga banyak berperan dalam mengembalikan nama Thoriqoh Shiddiqiyyah yang sudah tenggelam lebih dari 1000 tahun lamanya. Melalui nasehat yang disampaikan Nyai Nasichah, Kyai Mukhtar berhasil membangun gedung Jaami’atul Mudzakkirin pertama yang menjadi tempat khusus untuk bai’at (mengajarkan ilmu Thoriqoh).

Adapun Haji Ismail dan istrinya Hajjah Maimunah merupakan sahabat karib dari Kyai Abdul Mu’thi beserta Nyai Nasichah. Sejak tahun lalu Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah menetapkan bahwa Haul kedua orang tua beliau akan selalu disertakan juga dengan haul Haji Ismail dan Hajjah Maimunah.

Pada hari Jum’at diadakan Khotmil Qur-an, dengan khatam Al Qur-an sebanyak 12 kali lebih 11 juz. Kemudian esoknya dilanjut bacaan Qulhu 100.000 kali, diikuti oleh warga Thoriqoh Shiddiqiyyah, dan murid-murid pesantren Shiddiqiyyah. Selain itu juga terdapat santunan dan pengajian serta do’a bersama yang dilanjut dengan mauidhotul chasanah Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah.

Dalam mauidhotul chasanah, beliau menyampaikan salah satu alasan beliau meng-hauli empat orang tersebut menjadi satu. Menurut Kyai Mukhtar selama usia 96 tahun beliau hanya mengetahui dua orang dan istrinya itu bersaudara seiman-seagama, sehidup-semati, seayun-selangkah. Selain dua orang tersebut belum menemukan lagi. Bahkan Kyai Mukhtar menyebut bahwa persahabatan abahnya dengan haji Ismail adalah persahabatan dunia akhirat. Kyai Mukhtar juga menceritakan bagaimana Kyai Abdul Mu'thi dan Haji Ismail saat menjadi juragan tembakau.

“Usaha kedua-duanya juragan tembakau dan petani, jika abah kekurangan modal dibantu abah Haji Ismail, begitu juga sebaliknya”, tutur beliau.

Selain itu, Kyai Mukhtar juga menyampaikan sebuah kitab peninggalan sang ayah yaitu kitab Dala'ilul Khoirot susunan Imam Muhammad bin Sulayman Al Jazuli. Kitab tersebut selesai dipelajari langsung oleh Kyai Abdul Mu'thi di Jabal Qubais Mekkah. Haji Ismail juga berpesan kepada Kyai Abdul Mu'thi bahwa kitab itu kelak diberikan kepada Kyai Mukhtar supaya dibawa kemana-mana.

Kitab Dala'ilul Khoirot peninggalan Kyai Abdul Mu'thi ini bukanlah kitab sembarangan. Selain karena kitab ini adalah kitab asli yang isinya belum mengalami perubahan, hanya ada 3 orang Indonesia yang mempelajari kitab asli tersebut langsung di Mekkah hingga selesai, yaitu Kyai Abdul Mu'thi, Kyai Termas Pacitan, dan Kyai Dalhar Magelang. Setelah itu, kitab tersebut sudah ditutup.

"Alchamdullilah, kitab tersebut masih saya simpan. Saya tidak mengerti tahu-tahu abah sudah sakit. Saya dipanggil, 'poso o mutih telung dino' (puasalah putih tiga hari—red), setelah selesai saya dipanggil diserahi kitab itu yang sah di Jabal Qubais Mekkah", demikian disampaikan oleh Kyai Mukhtar. (OPSHID Media)

Penulis: Nur Mika Sari

Editor: Sa’adatush S.