ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Hikmah Safari Mursyid Shiddiqiyyah: Arti Cisoka Perjuangkan Nikmat Sehat dan Masa Mudamu
02 Agustus 2024 17:00

MAHALNYA NIKMAT SEHAT
Syekh Mukhtar menerangkan lanjutan hadits Nabi Muchammad mengenai lima perkara sebelum datangnya lima perkara. Disebutkan “Perjuangkanlah menurut kemampuanmu lima sebelum kedatangan lima. Pertama hidupmu perjuangkanlah sungguh-sungguh sebelum datangnya matimu. Sehatmu sebelum datangnya sakitmu. Mudamu perjuangkan sebelum datangnya tuamu. Kesempatanmu sebelum datangnya kerepotanmu. Kayamu perjuangkan sebelum datangnya fakirmu.”
Sehatmu perjuangkanlah sebelum datangnya sakitmu, merupakan perkara kedua yang disebutkan dalam hadits. Sehat merupakan nikmat yang besar, dengan fisik yang sehat manusia mampu beraktivitas dengan lancar. Fikiran sehat tidak akan menuntun ke arah yang salah, begitupun dengan hati yang sehat tentulah besar manfaatnya. Nikmat sehat sangatlah mahal serta lebih bernilai daripada harta benda, kekayaan dunia. Sebab bilamana sehat itu pergi dan datang sakit, keluarlah banyak harta benda yang dimiliki untuk bisa mengembalikan nikmat sehat.
Sadar akan nikmat sehat jauh lebih besar nilainya bila dipergunakan untuk kemanfaatan hidup di dunia, yang mana manfaat penglihatannya, manfaat pendengarannya, manfaat pengecapnya, perasa dan ucapan yang keluar juga harus menimbulkan manfaat.
PEMUDA YANG MEMBANGGAKAN DI SISI ALLOH
Mursyid menegaskan, “jangan hanya memilih hidup sebagai nyanyian ombak, hanya berbunyi ketika dihempas. Pilihlah sebagai air bah yang mengubah dunia dengan amal-amal sholeh".
Perkara yang ketiga dalam hadits tersebut ialah mudamu perjuangkanlah sebelum datang tuamu. Ketika fisik sedang di waktu prima, energi yang jauh lebih banyak ini harus dipergunakan sebaik-baiknya. Sebelum nantinya usia tua datang dan mulai menghambat aktivitas gerak manusia.
Sebagai generasi muda penerus bangsa, haruslah mampu mempersiapkan diri dengan baik, turut andil dalam perjuangan di dalam kebaikan. Mengembangkan potensi diri sebaik-baiknya untuk kemanfaatan, bukan sebaliknya mengerjakan sesuatu yang tidak ada nilainya.
Sang Guru menerangkan “kebiasaan anak muda-mudi, membuang usia mudanya sia-sia saja. Hanya apa yang disenangi, senang munggah gunung, munggah gunung. Senang tawuran, tawuran. Ini sia-sia tidak manfaat apa-apa. Contoh pemuda yang hebat di Indonesia, Wage Supratman”.
Dalam hal ini, beliau memberikan contoh khusus pemuda yang hebat di Indonesia yaitu Wage Supratman. Karena kecintaannya yang besar pada tanah air Indonesia, dia menghabiskan waktu mudanya untuk perjuangan kemerdekaan bangsa, sampai munculah lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Agar ajaran cinta tanah air tumbuh pada diri generasi penerus perjuangan Shiddiqiyyah, Syekh Mukhtar membuat Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah. Dilanjutkan oleh Beliau dalam mauidhoh chasanahnya, “saya di Thoriqod Shiddiqiyyah membuat organisasi pemuda namanya OPSHID, Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah atau pemuda Front Ketuhanan Yang Maha Esa. Alchamdulillah, kalau membangun rumah syukur suemangatnya. Bakti gerak syukurnya hampir-hampir dipelopori pemuda-pemuda OPSHID. Alchamdulillah, Saya bangga terhadap pemuda-pemuda.”
Dan sebagai penegasan, beliau mengharapkan bahwa shodaqoh warga Shiddiqiyyah lestari dan menyebutkan apabila menjadi murid Shiddiqiyyah dilarang 'pelit'. “Ini jadi kebanggaan saya! Lestari, semangatnya lestari, shodaqohnya lestari. Tapi di Shiddiqiyyah ini ada pantangan, gak oleh medit, pahit, mbetitil, cetil”.
Semoga kita sebagai warga Shiddiqiyyah bisa menjauhi pantangan yang disebutkan oleh Sang Mursyid dan bisa lestari dalam kegiatan S3, Shillaturrohmi, Santun, Shodaqoh. (OPSHID Media)
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?
- Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Meningkatnya Jumlah Hewan Qurban di Shiddiqiyyah
- Idul ‘Adha dan Nilai Tashawuf Yang Menjelma Dalam Tradisi
- Rekontruksi Masjid Baitus Shiddiqin Menjadi Masjid Raya Fatchan Mubiina
- Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan