ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Hikmah Safari Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah: Rahasia Sungai Emas dan Nikmat Hidup
29 Juli 2024 17:00

Seorang guru ruhani selalu membawa barokah pada tempat yang disinggahi khususnya bagi masyarakat sekitarnya. Seperti Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Syekh Muchammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi yang sering sekali melakukan perjalanan atau biasa disebut safari.
Beliau saat ini tengah melaksanakan Safari Nidhomus Syukri dalam rangka Shilaturahmi dan Tasyakuran Tahun Baru Hijriyyah 1446 di Serang, Banten. Pada perjalanan tersebut, 27 Juli 2024 M/21 Muharrom 1446 H, Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah dan rombongan singgah di Jaami’atul Mudzakkirin Gunungkidul, Yogyakarta.
Pada saat itu, beliau menyampaikan dua hal pokok. Yang pertama Sungai Emas dalam kacamata seorang mursyid, yang kedua hikmah dari hadits rosululloh “Perjuangkanlah lima perkara sebelum datangnya lima perkara”.
Sungai Emas
Syekh Muchammad Mukhtarulohil Mujtabaa Mu’thi menginap di hotel Santika, Gunungkidul Yogyakarta. Ketika pukul 1 malam, dengan menggunakan kacamata wahyu ‘allamal ingsaana maa lam ya’ lam untuk melihat lokasi kabupaten Gunung Kidul.
“Saya heran pertama. Yang saya lihat di Gunungkidul ini ada yang namanya Sungai Kuning. Kemudian airnya sungai kuning muara ke bengawan Purba. Dari Bengawan Purba mengalir ke laut bebas. Kemudian memunculkan Bengawan Solo. Mengalir ke arah Jawa Timur, melalui Bojonegoro, Babat, sampai ke Tarik, Mojokerto. Di Tarik, Mojokerto itu menjadi dua cabang, satu terus mengetan (timur) sampai Surabaya, Kali Emas. Yang arah Selatan sampai Porong, sampai Alas Purwo. Kemudian muncul Sungai Kuning, dari sini di Tiongkok, kalau tidak salah Guangzhou. Sungai Kuning Tiongkok panjangnya lebih dari dua puluh dua ribu kilometer. Subhanalloh". Dawuh Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah.
Lebih dalam beliau menyampaikan, "kenapa kok dinamakan sungai Kuning? Di situ buanyak emas. Kok njebus Sungai Kuning Itu di Tiongkok? Memang wahyu ilahi itu bukan akal pikir. Jadi kalau ‘allamal ingsaana maa lam ya’ lam, maa yang mulang (mengajar—red) Alloh Ta’ala. Menunjukkan kepada manusia segala manusia yang belum tau.”
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur
- Sambut HUT Ke-13, PT Sehat Tentrem Jaya Lestari Salurkan Santunan dan Gelar Buka Bersama 500+ Pekerja
- Shiddiqiyyah Jelaskan Makna Lailatul Qodar dan Ketentuan 27 Syahru Romadlon
- Khamenei: Pemimpin Yang Memilih Syahid Daripada Tunduk Pada Zionis
- Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Peristiwa Besar dan Keistimewaan 17 Syahru Romadlon