ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Hjrah Menuju Kebangkitan Tashawwuf Dunia
09 Juli 2024 07:00

Sedangkan pada mauidhoh chasanahnya, Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Al Mukarrom Syekh Mochammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi, mengingatkan akan waktu dan umur. Mengutip dari kitab Bidayatul Hidayah, umur adalah waktu dan waktu adalah umur. Waktu yang dimulai dari lahir dan diakhiri kematian itulah yang dinamakan umur, dan yang menjadi persoalan dalam umur bukanlah seberapa lama atau singkatnya hidup manusia. Akan tetapi nilai dari umur manusia itu sendiri yang menentukan kelak di akhirat.

“Islam agama kita tidak mempersoalkan panjang pendeknya umur, yang dipersoalkan nilainya umur,” pitutur luhur Sang Mursyid.
Dalam menyusun syarat masuk Thoriqoh Shiddiqiyyah, yaitu 8 kesanggupan. Yang mana poin akhir dalam kesanggupan tersebut adalah menghargai waktu. Maka Sang Mursyid menekankan kembali, bahwa semua nilai yang ada pada 8 kesanggupan berputar pada bagaimana manusia menghargai waktu atau umurnya.
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar, beragam suku dan bahasanya, serta kekayaan yang begitu melimpah tercurah pada tanah air indonesia ini. Bhinneka Tunggal Ika merupakan semboyan bangsa Indonesia, yang terletak pada lambang Burung Garuda. Untuk seorang manusia bisa kembali pada jati dirinya, harus terlebih dahulu menerima dan mencintai dirinya. Begitupun dengan bangsa Indonesia ini, untuk kembali ke Jati Diri Bangsa harus menerima dan mencintainya terlebih dahulu. Menerima dan mencintai kebhinnekaan di Indonesia, yang menjadi kesatuan tunggal ika.
“Alchamdulillah di Indonesia ada Bhineka Tunggal Ika, dalam Alquran ada, dalam hadits ada. Diri kita sendiri Bhineka Tunggal Ika. Menjadi Ika. Makanya saya perlu mendirikan Jati Diri Bangsa, bukan pesantren keagamaan, tapi pesantren kebangsaan,” mauidhoh chasanah Sang Guru
Syekh Mochammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi Sang Mujadid Wawasan Kebangsaan, telah mencurahkan hidupnya untuk perjuangan bangsa dan ummatnya. Dalam kisahnya beliau bercerita ketika berdiskusi dengan para pemuka agama dalam organisasi PCTAI.
“Pegang erat prinsip masing-masing agama, supaya kuat imannya. Tidak mengorbankan toleransi umat beragama. Harmonis dan kuat.” Dawuh Sang Mursyid
Upaya Sang Mursyid dalam membangkitkan kesadaran umatnya begitu besar, beliau mengajarkan betapa besarnya nikmat syukur, syukur kepada Alloh dan manusia. Serta bagaimana bersikap sebagai manusia yang beriman. (OPSHID Media.)
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur
- Sambut HUT Ke-13, PT Sehat Tentrem Jaya Lestari Salurkan Santunan dan Gelar Buka Bersama 500+ Pekerja
- Shiddiqiyyah Jelaskan Makna Lailatul Qodar dan Ketentuan 27 Syahru Romadlon
- Khamenei: Pemimpin Yang Memilih Syahid Daripada Tunduk Pada Zionis
- Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Peristiwa Besar dan Keistimewaan 17 Syahru Romadlon