ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
HUT Ke-14, Organisasi PCTA-Indonesia Resmikan 6 Unit Rumah Syukur Layak Huni
23 Maret 2024 09:02

Adapun pelaksana pembangunan ialah anggota PCTA Indonesia yang berada di wilayah tersebut. Begitupun dengan dana program Rumah Syukur sepenuhnya berasal dari kasadaran Organisasi PCTA Indonesia .
Dalam kurun waktu 4 bulan, PCTA Indonesia berhasil membangunkan 6 unit Rumah Syukur yang terbagi di beberapa wilayah, yakni: 1 unit di Malang, 1 unit di Jombang, 1 unit di Klaten, 1 unit di Ngawi, dan 2 unit di Surabaya. Yang mana, penerima Rumah Syukur ini berasal dari berbagai macam agama. Hal ini menunjukkan sikap toleransi dalam kehidupan Beragama dan Bernegara.
Pada ceremonial ini, Bapak Tasrichul Adib Aziz selaku Dewan Pertimbangan PCTA Indonesia menyerah-terimakan 6 piagam Rumah Syukur kepada perwakilan DPC.
Dengan semangat juang cinta tanah air, PCTA Indonesia terus berusaha meningkatkan program kemanusiaanya, “Semoga Pembangunan Rumah Syukur ke depannya lebih terorganisir. Kita laksanakan rutin dalam rangka mensyukuri Hari Pahlawan setiap tahunnya. Kemudian diserah-terimakan piagam pada ulang tahun PCTA Indonesia”, harap Bapak Ismu.
Selain itu, telah terlaksana pula proses peletakan batu pertama pembangunan Monumen Pyramid PCTA Indonesia, yang terdapat 8 titik. Peletakan ini dilaksanakan oleh Dewan Penyantun, Dewan Pertimbangan, Ketua Umum PCTA Indonesia, dan Ketua Umum Orshid. Lokasi Monumen Pyramid ini mengandung nilai bersejarah, yang merupakan tempat di mana Patih Gajah Mada mengikrarkan Sumpah Palapa di tahun 1331 M.
Menjelang akhir rangkaian, Bapak Tasrichul Adib Aziz memberikan pitutur luhur mengenai kunci dari terselenggaranya acara pada hari ini, yaitu “Syukur”. Beliau menerangkan bahwa tema HUT ke-14 ialah mensyukuri Organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air agar menjadi hamba yang di Ridhoi Alloh Yang Maha Kuasa.
“Oleh karena itu, Organisasi PCTA Indonesia gerakannya adalah gerakan syukur. Di balik itu ada hal yang paling besar yakni ke-Ridloan Ilahi. Itu yang kita capai. Ridlo Alloh hanya bisa dicapai dengan syukur kepada Alloh dan syukur kepada manusia. Maka dari itu, PCTA Indonesia ini kita belajar supaya menjadi hamba yang syukur, Mensyukuri sebagai manusia dan Syukur sebagai warga Negara Indonesia. Indonesia bisa adil dan makmur, Baldatun Toyyibatun Wa Robbun Ghofur, kalau manajemennya Syukur.”
Acara dilanjutkan pada malam hari, dengan agenda tumpengan untuk mensyukuri HUT ke-19 dan menggelar kesenian mocopat, “Itu Syukur kita kepada budaya yang adi luhur, harus dilestarikan. Walaupun banyak yang tidak tertarik, sebenarnya kesenian tersebut mengandung nilai pendidikan, filsafat, dan ketuhanan”, jelas Pak Ismu.
"Oleh karena itu, jikalau sebuah bangsa memiliki karakter Cinta tanah air dan Abdan Syakuro, maka Alloh Ta'ala akan menempatkan menjadi bangsa yang bermartabat yaitu memiliki Jati Diri, dengan berjiwa keimanan dan kebangsaan yang manunggal", lanjut beliau.
Demikian Pak Ismu memberikan dorongan dan harapan untuk generasi penerus bangsa Indonesia, “Segera bangun jiwanya dan kesadaran cinta tanah air untuk kembali ke Jati Diri Bangsa Indonesia, agar terwujudnya perdamaian dunia.” (OPSHID Media)
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?
- Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Meningkatnya Jumlah Hewan Qurban di Shiddiqiyyah
- Idul ‘Adha dan Nilai Tashawuf Yang Menjelma Dalam Tradisi
- Rekontruksi Masjid Baitus Shiddiqin Menjadi Masjid Raya Fatchan Mubiina
- Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan