ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Kontribusi Besar Mas Bechi dan OPSHID Pada Pesantren HSHF yang Akan Diresmikan
· 3 menit baca
Dalam 2 bulan, Bapak Subchi, akrab dengan panggilan Mas Bechi, kemudian mengerahkan tenaga OPSHID dari seluruh Indonesia untuk melakukan percepatan. OPSHID se-Indonesia dikerahkan secara bergelombang sesuai keahlian yang dimiliki. Termasuk didalamnya pembelian berbagai macam material bangunan yang diperlukan. Fokus percepatan yang dilakukan sesuai arahan pimpinan saat itu meliputi finishing interior dan ekterior masjid.
"Biaya percepatan interior masjid cukup besar. Angka besar itu peruntukannya meliputi pemilihan material berkualitas tinggi untuk menunjang makna dan filosofi yang diwujudkan di dalam bangunan masjid" jelas Mulyono. “Selain itu, pembangunan 4 menara masjid, monumen hadits, pemasangan gardu listrik yang meliputi masjid, aula dan peristirahatan Sang Guru, semua dari OPSHID. Baik tenaga kerja maupun dana”.
"Indah dan bermakna. Begitu pesan Mas Bechi mengikuti Sang Maha Guru yang selalu ditegaskan pada seluruh pengurus dan anggota OPSHID," jelas Mulyono.
Menurut Mulyono, memang peran OPSHID paling banyak pada saat percepatan pembangunan tersebut. “Peran OPSHID yang paling menonjol ya saat percepatan pembangunan. Karena sangat banyak sekali OPSHID yang dikerahkan ke sana sampai harus menginap di sana selama beberapa bulan, dari awal hingga selesai”, tambahnya.

Karena cepat tanggapnya Pimpinan OPSHID dalam merespon dawuh Sang Guru, akhirnya Masjid tersebut bisa terselesaikan dengan cepat. Secara general, Pesantren dan Masjid HSHF adalah hasil dari banyaknya kontribusi oleh berbagai elemen di Shiddiqiyyah. Tentu tak lepas dari peran besar Sang Maha Guru, warga Shiddiqiyyah, organisasi-organisasi di lingkungan Shiddiqiyyah, termasuk peran OPSHID yang dikomandoi langsung oleh Pimpinan OPSHID.
"Kendati pimpinan kami, Mas Bechi, dalam situasi seperti sekarang ini, kiprah OPSHID dalam berbagai lini perjuangan Shidiqiyyah selalu ada dan dominan," pungkas Mulyono.
Pesantren dan Masjid HSHF ini, menurut keterangan Bapak Haryo, nantinya menjadi salah satu benteng penjaga NKRI dan lambang persatuan, perdamaian dan cinta tanah air. “Tak hanya itu, pesantren ini juga akan mencetak generasi muda yang cinta pada tanah air dan NKRI”, imbuhnya. (OPSHID Media)
- OPSHID Serahkan 7 Rumah Gratis Siap Ditempati
- Hak Suara Atau Hak Bicara? Meninjau Ulang Sistem Demokrasi di Negara Kita
- 17 Unit Rumah Gratis OPSHID Telah Diserahkan Kepada Penerima
- Arab, Korea, Yugoslavia: Kesamaan Tak Menjamin Persatuan
- Syekh Mukhtar: NU dan Muhammadiyah Tidak Bisa Lepas dari Walisongo
- RSTMC Pantau Kesehatan Relawan Pembangunan 5 Rumah Syukur di Jombang
- Sumpah Pemuda dan Dasar Persatuan di Tengah Keragaman Indonesia
- Kongres Sumpah Pemuda: Kunci Kebangkitan Nasional
- Berkah Rumah Syukur OPSHID: Dari Gubuk Reot Menuju Kemandirian Hidup Mbah Saminem dan Mbah Suparmin
- Benteng Negara, Peran Santri di Peristiwa 22 Oktober 1945