ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Puji Rohmad: Puja-puji di Ujung Kemelaratan
23 September 2024 07:00
Kondisi ini menjadi faktor yang memperparah gangguan jiwa istrinya. Puji bertutur, bahwa bila kambuh, istrinya kerap ngedumel. Semua kata-kata yang dilayangkan menusuk hatinya.
"Aslinya ya kalau sudah kambuh, itu ngomelnya menyakitkan hati saya. Tapi kalau sudah begitu, ya saya cuma bisa ngelus dada", kata Puji.
Lingkungan keluarga yang tidak sehat membuat dua orang anaknya, ikut terserang mentalnya. Hal ini tentu menambah beban Puji sebagai kepala keluarga.
"Kalau capek dengan keadaan, ya capek. Tapi mau gimana lagi", ucap Puji, berpasrah mengenai kondisi keluarganya.
Dalam sebuah hadits, Rosululloh bersabda: "kemiskinan itu dekat dengan kekufuran".
Posisi Puji Rohmad saat itu adalah posisi yang sangat rawan jatuh pada jurang kekufuran. Bukan tidak mungkin, bila Puji tidak menjaga kewarasannya, rumah tangganya dan dirinya sendiri, bisa hancur kapan saja.
Namun matematika Alloh bekerja atas kehendakNya. Di ujung jalan panjang kemelaratan yang hampir menjerumuskannya pada jurang kekufuran, terdapat 'plot twist'.
PUJI ROHMAD MENDAPAT ROCHMAT
Berkat Rochmat Alloh turun melalui Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID) yang datang dan menyampaikan maksud untuk membangun rumah pak Puji menjadi rumah yang layak untuk ditinggali bersama istri dan kelima anaknya. Pujian syukur tak henti ia lafalkan ketika mendengar kabar baik itu, “Senang sekali, ini rezeki besar untuk anak-anak saya”.
Selain Puji yang ditemui oleh OPSHID Media di acara peletakan batu syukur pada sabtu (14/09/24), istrinya Santi pun terlihat memiliki kondisi yang berbeda. Yang awalnya bersifat defensif, tetapi begitu mengetahui bahwa kami bagian dari OPSHID yang membangunkan rumahnya, beliau menjadi terlihat lebih gembira.

"Nanti rumahku jadi bagus ya mbak", ucap Santi, matanya berbinar, bahagia.
Hal ini sekaligus menjadi bukti bahwa bangunan rumah yang layak bisa menjadi solusi inti yang dapat menyelesaikan serangkaian masalah rumah tangga yang kusut. Rumah yang disinggahi sehari-hari, harus layak dihuni dan membawa ketenangan di hati. Dengan ketenangan di hati, seorang manusia akan lebih siap secara mental untuk menghadapi berbagai permasalahan dalam hidupnya, dan siap untuk membawa dirinya sendiri keluar dari kemelaratan.
Rumah impian untuk Puji, semoga membawa ketenangan baginya dan menjadi penyembuh jiwa bagi istri dan anak-anaknya. (OPSHID MEDIA)
- Peletakan Batu Pertama Perpustakaan Tashawwuf: Tanda Shiddiqiyyah Semakin Berkembang
- Santunan Nasional ke-22 Capai Miliaran Rupiah, Mursyid Shiddiqiyyah Berpesan: Jangan Terlena Tipu Daya Dunia
- Sediakan Fasilitas Gratis, Pesantren Shiddiqiyyah Muliakan Tamu Muktamirin dan Muhibbin MUKTAMAR ke-35 NU
- Haul Kyai Achmad Sanusi, Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Kalimat Paling Menonjol Dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah.
- Hadirkan Musisi Ternama, Fakta Merdeka 2026 Usung Pesan “Sekali Merdeka, Tetap Merdeka!”
- Kisah KH Abdul Hamid Chasbullah Dan Syekh Mukhtar, Santri Kinasih Tambakberas
- Totalitas! OPSHID Gunakan Alat Berat untuk Bangun Rumah Gratis
- Gabungkan Tasyakkuran Maulid, Haul, dan Kemerdekaan Bangsa, Shiddiqiyyah Tegaskan Pentingnya Jiwa Dermawan
- Tiga Cara Ala Shiddiqiyyah Syukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI
- Unit ke 136, OPSHID Jombang Bangun 1 Rumah Syukur Lagi Di Tengah Target Proyek Khususul Khusus