ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Kemerdekaan Bangsa Indonesia Bukan Hadiah Bangsa Asing
16 Agustus 2025 07:00

PROKLAMASI KEMERDEKAAN BANGSA INDONESIA: 17 AGUSTUS 1945
Sekembalinya kedua tokoh tersebut di Jakarta, maka terjadilah kesibukan-kesibukan yang luar biasa. Setelah ada larangan Jepang untuk berkumpul pada malam hari, maka demi keamanan, tempat berkumpul dipindah dan dipilihlah rumah kediaman Laksamana Tadashi Maeda. Pertemuan ini dihadiri oleh anggota PPKI dan wakil-wakil pemuda, pelajar dan mahasiswa.
Setelah melalui proses yang panjang guna untuk bisa mendapatkan kata-kata yang bunyinya sederhana dan khidmat serta mencakup pokok-pokok yang prinsipil, akhirnya rumusan Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia dapat diselesaikan.
Akan tetapi masih terbentur soal siapa yang akan menandatangani Proklamasi Kemerdekaan. Seorang peserta rapat menyarankan pendapatnya supaya semua yang hadir dalam pertemuan tersebut seharusnya menanda tangani. Keadaan menjadi gawat karena tidak adanya penyelesaian yang segera didapat. Akhirnya melalui Sayuti Melik dan Sukarni dicapai kesepakatan bahwa Bung Karno dan Bung Hatta sajalah yang menandatangani teks Proklamasi Kemerdekaan. Juga akhirnya disepakati pembacaan Proklamasi Kemerdekaan dilakukan di rumah kediaman Bung Karno di Jln. Pegangsaan Timur no. 56 pada jam 10:00 WIB, tidak di lapangan IKADA sebagaimana yang direncanakan semula.
Pertemuan bersejarah itu selesai pada pukul 06:00 WIB fajar tanggal 17 Agustus 1945, matahari sedang menyingsing pada waktu para hadirin dengan perasaan amat bersyukur bahwa pada siang harinya detik-detik yang bersejarah bagi bangsa Indonesia akan terjadi. Ditambah lagi, proklamasi kemerdekaan ini akan dilaksanakan pada bulan yang mulya yaitu bulan Romadlon, di mana umat muslim seluruh dunia sedang melakukan ibadah puasa.
Di rumah kediaman Bung Karno di Jln. Pegangsaan Timur no. 56, sejak pagi telah diadakan persiapan untuk menyambut peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kurang lebih 1.000 orang telah hadir untuk menyaksikan peristiwa itu. Walaupun ada larangan dari Saiko Sikikang (pembesar Nomor Satu Jepang di Indonesia).
Sebelum Bung Karno membacakan teks Proklamasi dilakukanlah upacara bendera pada tiang bambu dan seutas tali diiringi dengan lagu Indonesia Raya yang dinyanyikan oleh para hadirin. Bung Karno tepat pada jam 10:00 WIB dengan didampingi oleh Bung Hatta membacakan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia:
Proklamsi
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnya.
Djakarta, hari 17 boelan Agustus 1945
Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta
Selesai proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia dibacakan, maka berkumandang pekik : Merdeka! Merdeka! Merdeka!
Kemerdekaan suatu bangsa tidak berkaitan dengan intervensi, suatu bangsa berhak memutuskan kemerdekaannya sendiri. (OPSHID Media)
-------
Bersumber :
- Proklamasi Dan Konstitusi Republik Indonesia (1952) oleh Mr. Muhammad Yamin.
- Naskah Proklamasi Yang Otentik Dan Rumusan Pancasila Yang Otentik (1983) oleh Nugroho Notosusanto.
- Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat oleh Cindy Adam.
- Panglima Besar TNI Jendral Soedirman Pemimpin Pendobrak Terakhir Penjajahan di Indonesia (1992) oleh Tjokropranolo Let.Jen.(Purn)TNI-AD
- Indonesia Menggugat (1956) oleh Percetakan SENO N.V. JAKARTA
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?
- Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Meningkatnya Jumlah Hewan Qurban di Shiddiqiyyah
- Idul ‘Adha dan Nilai Tashawuf Yang Menjelma Dalam Tradisi
- Rekontruksi Masjid Baitus Shiddiqin Menjadi Masjid Raya Fatchan Mubiina
- Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan