Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Jelang Hari Pahlawan, PCTA Indonesia Bangun Rumah Gratis Untuk Janda di Tuban

· 2 menit baca · Diperbarui

Jelang Hari Pahlawan, PCTA Indonesia Bangun Rumah Gratis Untuk Janda di Tuban

TUBAN - Organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air (PCTA) Indonesia melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Syukur Layak Huni untuk Ibu Waripinnarti (51), seorang janda kurang mampu di Desa Jadi, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada Sabtu (10/10/2026) lalu.

Aksi sosial ini merupakan pengamalan dari ajaran sang pemrakarsa organisasi PCTA Indonesia Syekh Moch. Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi, dalam rangka menyambut tasyakuran Hari Pahlawan 10 November mendatang dengan semangat manunggalnya keimanan dan kemanusiaan.

Baca juga artikel tentang Organisasi PCTA Indonesia melalui link berikut: Sekilas Mengenal Organisasi Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia  Yang Dijiwai Manunggalnya Keimanan dan Kemanusiaan

Pembangunan rumah ini merupakan bagian dari program rutin tahunan PCTA Indonesia di wilayah Zona 5, yang meliputi Kabupaten Tuban, Gresik, Bojonegoro, Lamongan, dan Jombang. Berdasarkan sistem giliran antarwilayah, tahun ini Kabupaten Tuban terpilih menjadi lokasi pembangunan setelah melalui proses survei ketat selama satu tahun terakhir.

Penerima bantuan, Ibu Waripinnarti, diketahui tinggal bersama dua anak laki-lakinya dalam kondisi yang memprihatinkan. Sebelum intervensi dilakukan, bangunan yang ia tempati hanya berupa kerangka tembok tanpa atap, tanpa pintu, maupun tanpa jendela. Selama bertahun-tahun, keluarga ini terpaksa berlindung di bagian belakang bangunan dengan dinding terpal. Kondisi ekonomi sebagai buruh tani serabutan membuat Waripinnarti tidak mampu melanjutkan pembangunan rumah setelah ditinggal wafat sang suami karena sakit.

Jelang Hari Pahlawan, PCTA Indonesia Bangun Rumah Syukur Bagi Janda di Tuban
Kondisi rumah Waripinnarti (Dok. OPSHID Media Tuban)

Selain kondisi fisik bangunan yang tidak layak, faktor kesehatan juga menjadi pertimbangan utama. Waripinnarti diketahui kerap mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi lingkungan rumah yang lembap dan terpapar cuaca langsung. Status kepemilikan tanah pun kini telah diproses melalui pengesahan Kepala Desa menjadi hak milik Waripinnarti. Rumah Syukur ini dirancang dengan fasilitas lengkap, mencakup ruang tamu, ruang keluarga, tiga kamar tidur, dapur, kamar mandi, dan teras. Pembangunan rumah ini murni 100% dibiayai mandiri oleh organisasi PCTA Indonesia tanpa meminta bantuan dari pihak luar. Semua dilaksanakan berdasarkan gotong royong bersama. 

"Pembangunan rumah ini sudah berjalan tiga tahun berturut-turut untuk orang yang membutuhkan. Kami berusaha semaksimal mungkin mewujudkan cita-cita luhur Sang Pemrakarsa. Kami hanya melaksanakan perintah dengan niat lillahi ta'ala dan mengandalkan Berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa” ujar Sarpan, ketua DPC PCTA Indonesia Kabupaten Tuban.

Harapan kami, dengan membangun rumah syukur ini bisa mewujudkan impian mereka. Yang dulu ingin memiliki tempat tinggal layak hanya sebatas mimpi kini bisa menjadi nyata.” Tambahnya.

Pembangunan ini menjadi unit Rumah Syukur ketiga yang dibangun di Kabupaten Tuban sepanjang tahun 2026 oleh lintas organisasi di bawah naungan Thoriqoh Shiddiqiyyah:

  1. Agustus 2026: pembangunan rumah syukur dalam rangka tasyakkuran Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya NKRI (Dikoordinir oleh organisasi DHIBRA Shiddiqiyyah). 
  2. Oktober 2026: Pembangunan Rumah Syukur dalam rangka Tasyakkuran Sumpah Pemuda (Dikoordinir oleh Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah Front Ketuhanan Yang Maha Esa).
  3. Oktober 2026: Pembangunan Rumah Syukur Tasyakkuran Hari Pahlawan (Dikoordinir oleh organisasi PCTA  Indonesia zona 5) untuk diserahkan pada 10 November mendatang.

Rangkaian pembangunan Rumah Syukur yang berkesinambungan ini menegaskan komitmen lintas organisasi dilingkungan Shiddiqiyyah dalam menebar kemanfaatan bagi sesama. Penyerahan kunci yang dijadwalkan pada 10 November mendatang diharapkan bisa menjadi obat bagi Waripinnarti setelah penantian panjangnya ingin memiliki rumah yang nyaman dan hidup yang tentram. (OPSHID Media)

Penulis:

Editor: Nuraida