ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Rumah Gratis OPSHID untuk Ludzfi, Lulusan Pondok yang Mengabdi Lewat BTQ
· 2 menit baca
BEKASI — Pada momentum Tasyakkuran Sumpah Pemuda tahun ini, 28 Oktober 2026. Seorang pemuda bernama Ludzfi Aziz (37), menjadi salah satu penerima Rumah Syukur TSP ke-98 di Bekasi. Ia tinggal bersama istri dan seorang anaknya di Perum Papanmas Blok F37 No. 19, RT 10/06, Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.
Ludzfi merupakan lulusan dari Pesantren Majma'al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah, yang saat ini tergabung dalam organisasi Ikhwan angkatan ke-6 . Sejak menempuh pendidikan di pesantren, ia telah terbiasa dengan berbagai kegiatan khususnya di bidang keagamaan dan penanaman nilai-nilai cinta tanah air. Nilai-nilai tersebut kemudian diwujudkannya melalui berbagai kegiatan sosial dan pengabdian di tengah masyarakat.
Sejak 2014, Ludzfi aktif dalam Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah Bekasi. Meskipun sempat bekerja di Sidoarjo selama beberapa waktu, namun kecintaannya terhadap perjuangan di Bekasi membuatnya kembali dan melanjutkan kegiatan bersama rekan-rekan OPSHID Bekasi pada 2022.
Dalam menjalankan pengabdiannya, Ludzfi dikenal sebagai sosok yang gigih dan konsisten. Di tengah kesibukannya berjuang dalam kegiatan organisasi, ia juga memenuhi kebutuhan keluarganya dengan berjualan makanan serta produk Sehat Tentrem dan Ma'an Ghodaqo.
Perjalanan pengabdiannya kemudian berkembang ketika OPSHID bekerja sama dengan YPS (Yayasan Pendidikan Shiddiqiyyah) untuk kembali menghidupkan kegiatan BTQ (Bustan Tsamrotul Qolbis Salim) di wilayah Bekasi. Sejak 2022 hingga 2026, kegiatan tersebut terus berkembang, sehingga terbentuklah lima BTQ, yakni BTQ Sukatani, BTQ Cikarang Selatan, BTQ Baitul Ghufron Tambun, BTQ Jatiasih Jaktim, dan BTQ Kampung Cisaat Setu.
Dari lima lokasi tersebut, tercatat sekitar 100 anak yang mengikuti kegiatan BTQ. Menariknya, dalam menjalankan pengabdian tersebut, Ludzfi tidak mengharapkan imbalan materi. Ia menjalankan perjuangannya dengan penuh keikhlasan sebagai bentuk pengabdian kepada agama, masyarakat, dan bangsa.
Sehingga, atas perjalanan pengabdian tersebut, Ludzfi dinilai layak mendapatkan Rumah Syukur. Dalam Rangka Mensyukuri Sumpah Pemuda dan lahirnya lagu kebangsaan Indonesia Raya ke-98. Rumah yang selama ini ditempati bersama keluarganya dinilai masih jauh dari kondisi yang layak. Di sisi lain, perjuangannya dalam mengembangkan kegiatan Shiddiqiyyah, khususnya BTQ di wilayah Bekasi, telah memberikan manfaat bagi anak-anak dan masyarakat di sekitarnya.
Ketua Panitia Rumah Syukur Bekasi, Kumala Chandra Yuga S., S.T., M.T., yang juga merupakan Sekretaris Jenderal OPSHID Bekasi, menyampaikan bahwa pemberian rumah tersebut menjadi bentuk apresiasi atas perjuangan dan pengabdian Ludzfi.
“Rumah Syukur ini diharapkan bukan hanya menjadi tempat tinggal yang lebih layak bagi beliau dan keluarganya, namun juga menjadi bagian dari rasa syukur atas perjuangan yang selama ini dilakukan dengan ikhlas,” ujar Chandra.
Kisah Ludzfi menjadi gambaran bahwa pengabdian tidak selalu dilakukan dengan sesuatu yang besar dan terlihat. Namun melalui ketekunan dan keikhlasan untuk terus bergerak, perjuangan sederhana dapat memberikan manfaat bagi banyak orang. (OPSHID Media)
- Rumah Gratis OPSHID untuk Ludzfi, Lulusan Pondok yang Mengabdi Lewat BTQ
- Kretek Untuk Masyarakat: Sehat Tentrem Bangun Puluhan Rumah Gratis
- Kretek Mematikan, Mematikan Bagi Siapa?
- Dukung Rumah Gratis OPSHID, 2 Batalyon Brimob Pekalongan Turun Membantu
- Syukuri Sumpah Pemuda, Para Pemuda Ini Bangun 59 Unit Rumah Gratis
- Pesan Cinta Rumi Untuk Dunia, Syekh Mukhtar Mu'thi: Tanda Kebangkitan Tashawwuf
- Tambah Satu Unit, Yatim Piatu di Ngawi Terima Rumah Gratis dari OPSHID
- Pembangunan Rumah Gratis Yang Hadir Membawa Nilai Keimanan dan Kemanusiaan
- Tinggalkan Rumah Kayu, Buruh Tani di Jombang Dapat Rumah Gratis dari OPSHID
- Kuli Batu di Pasuruan Tak Menyangka Dapat Rumah Gratis dari OPSHID