ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Berani Beda, Begini Cara Ponpes Shiddiqiyyah Mensyukuri Kemerdekaan Bangsa Indonesia
25 Agustus 2023 22:20
JOMBANG - Ahad (20/08/23) lalu, Pesantren Majma'al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah mengadakan ceremonial dan santunan nasional dalam rangka mensyukuri nikmat kemerdekaan Bangsa Indonesia dan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia ke-78.
Acaranya ini sudah menjadi agenda rutin setiap tahun yang di prakarsai oleh Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah bapak kyai Moch. Mukhtar Mu'thi dalam mensyukuri nikmat besar kemerdekaan Bangsa Indonesia dan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Uniknya tidak hanya di pusat saja yang mengadakan santunan, namun di berbagai daerah-daerah juga mengadakan santunan secara serempak, seperti yang disampaikan oleh bapak Mulyono selaku DPP OPSHID Front Ketuhanan Yang Maha Esa dalam sambutannya.

"Hari ini, di tempat ini dan di beberapa daerah di Indonesia yang ada komunitas warga Shiddiqiyyah dari Bali, Jatim, Jateng, DKI Jakarta, Jabar, Banten, Sumatera, Kalimantan, secara serentak melaksanakan santunan nasional menyerahkan Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah (RSKILHS) yang dibangun sejak 22 juni lalu, hari ini selesai dan diserah terimakan secara bersama-sama kepada yang berhak menerima" terang beliau.
Tidak hanya itu, pesantren Majma'al Bachroin Hubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah dalam mensyukuri nikmat kemerdekaan Bangsa Indonesia dan berdirinya NKRI terdapat rangkaian acara yang juga dilaksanakan sejak tanggal 17 agustus hingga tanggal 20 agustus, yakni berturut-turut sebagai berikut:
•Tanggal 17 Agustus dilaksanakan upacara bendera sang merah putih mensyukuri nikmat kemerdekaan Bangsa Indonesia, dan dilanjutkan doa sujud syukur pada malam harinya di masjid Baitus Shiddiqin.
•Tanggal 18 Agustus kembali dilaksanakan upacara bendera sang merah putih mensyukuri nikmat berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan dilanjutkan doa sujud syukur pada malam harinya di masjid Baitush Shiddiqin.
•Tanggal 19 Agustus malam dilaksanakan doa sujud syukur di masjid Baitus shiddiqin.
•Pada tanggal 20 Agustus pagelaran seremonial dan santunan nasional kepada kaum dhuafa', yatim piatu, veteran pejuang kemerdekaan Bangsa Indonesia yang berjumlah 204 paket, serta serah terima Rumah Syukur Layak Huni sejumlah 132 unit rumah di seluruh Indonesia.
Hal ini sesuai dengan apa yang disampaikan oleh ketua Organisasi Dhilal Berkat Rochmat Alloh (DHIBRA) Shiddiqiyyah, Ibu Nyai Shofwatul Ummah dalam sambutanya, "Alhamdulillahirobbil'aalamiin pada Tasyakkuran kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke-78 tahun ini, telah dibangun Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah sejumlah 132 unit di 93 kota kabupaten yaitu 14 provinsi", jelas beliau.
Perlu diketahui bahwa Rumah Syukur Layak Huni Shiddiqiyyah ini merupakan salah satu santunan berupa unit rumah yang dibangun oleh warga Shiddiqiyyah lalu diserahkan kepada penerima yang telah ditentukan sebelumnya, yang mana pembangunan rumah layak huni ini secara keseluruhan, mulai dari pendanaan, tenaga kerja dan lain sebagainya berasal dari shodaqoh yang dilakukan oleh seluruh warga Thoriqoh Shiddiqiyyah. Kesadaran inilah yang diajarkan oleh Al Mukarrom Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah sebagai wujud syukur kepada tanah air tercinta. (OPSHID MEDIA).
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur
- Sambut HUT Ke-13, PT Sehat Tentrem Jaya Lestari Salurkan Santunan dan Gelar Buka Bersama 500+ Pekerja
- Shiddiqiyyah Jelaskan Makna Lailatul Qodar dan Ketentuan 27 Syahru Romadlon
- Khamenei: Pemimpin Yang Memilih Syahid Daripada Tunduk Pada Zionis
- Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Peristiwa Besar dan Keistimewaan 17 Syahru Romadlon