ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Di Tengah Panasnya Situasi Indonesia, Shiddiqiyyah Ajak Masyarakat Sadar Beragama dan Bernegara
31 Agustus 2025 19:00

Puncak acara pada malam pengajian, dipimpin langsung oleh Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia. Dalam Mau'idhotul Chasanah, beliau kembali menegaskan 17 Agutus 1945 Kemerdekaan Bangsa Indonesia. Penggunaan frasa "Kemerdekaan Republik Indonesia" dinilai tidak pantas, karena hal itu termasuk kalimat kufur.
Dengan frasa itu peringatan kemerdekaan oleh seluruh Indonesia menjadi tidak bermakna apa-apa, musproh. Republik itu bentuk negara, dan negara Indonesia tidak pernah dijajah, melainkan yang dijajah ialah bangsa Indonesia.
"Saya hanya ingin mengingatkan sejarah. Itu kalimat kufur, bukan kalimat syukur. Kemerdekaan bangsa Indonesia dan Lahirnya NKRI, kalau ini sampai tidak disyukuri, dikufuri, masyaAlloh bola api dukanya para pahlawan seluruh Indonesia yang sudah mengorbankan nyawanya. Seperti api jatuh dimana-mana."

Sang Guru menyampaikan terkait kondisi bangsa saat ini yang tengah ramai dengan aksi protes nasional. "Ada serempak nangis, bukan nangis susah, tapi nangis menerima rumah syukur. Semua agama senang meruwat negara. Jadi ada serempak senang, ada serempak susah, serempak dholim, serempak mengkocar kacirkan negara, jama'ah korupsi. Jadi keadaan niki serentak susah, podo nangis karena susah, podo nangis karena senang. Mana Shiddiqiyyah yang merugikan masyarakat? gak ada. Sekarang ini keadaannya masyarakat bingung. Sana demo, sana demo, sana demo. Bola api Jabbar Qohhar masih melayang-layang, belum berhenti."
Terkait panasnya situasi saat ini, Ibu Nyai juga mendoakan keselamatan indonesia agar senantiasa damai. "Kita tetap harus berdoa mohon pertolongan Alloh dan shodaqoh, karena shodaqoh itu ajaib. Yang kisruh menjadi damai, yang korupsi supaya sadar, agar indonesia aman, damai, utuh bersatu tetap dalam Ridho Alloh. Bangsa Indonesia bangkit, bangunlah jiwanya bangunlah badannya untuk Indonesia Raya."
Di malam yang sama, semangat shodaqoh Jam'iyyah Thoriqoh Shiddiqiyyah terbukti kembali dengan terkumpulnya Rp83.700.000 yang diperuntukkan bagi kepentingan fisabilillah melalui berbagai program Shiddiqiyyah. (OPSHID MEDIA)
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur
- Sambut HUT Ke-13, PT Sehat Tentrem Jaya Lestari Salurkan Santunan dan Gelar Buka Bersama 500+ Pekerja
- Shiddiqiyyah Jelaskan Makna Lailatul Qodar dan Ketentuan 27 Syahru Romadlon
- Khamenei: Pemimpin Yang Memilih Syahid Daripada Tunduk Pada Zionis
- Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Peristiwa Besar dan Keistimewaan 17 Syahru Romadlon