ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Kardinal dan Syekh Bertemu: Harmoni yang Menyatu di Katedral Jakarta
17 Juli 2025 07:00

Jakarta—Di tengah ramainya kota Jakarta, sebuah pertemuan hangat dan penuh makna terjadi di Gereja Katedral Jakarta. Uskup Agung Kardinal Ignatius Suharyo menerima kunjugan dari seorang ulama’ Tashawwuf, Syekh Moch. Mukhtarulloh Mujtabaa Mu’thi seorang Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, Rabu (16/07/25). Beliau berkunjung bersama rombongan usai menghadiri Tasyakkuran Tahun Baru 1447 Hijriyyah di Bengkulu pada hari Minggu lalu.
Pertemuan ini bukan sekadar shillaturachmi dua pemimpin agama, melainkan sebuah manifestasi indah dari harmoni lintas iman—cahaya damai yang tumbuh dari akar kebhinekaan Indonesia. Layaknya Terowongan Silaturahim yang menghubungkan Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral—dua rumah ibadah megah yang berdiri berdampingan sebagai simbol sejarah dan harapan. Sehingga menjadi pengingat bagi umat yang melihat.
Terowongan Silaturahim diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 12 Desember 2024 lalu. Dalam peresmiannya, Presiden Prabowo menyatakan, “peresmian Terowongan Silaturahim antara masjid Istiqlal dan Gereja Katedral ini merupakan sesuatu simbol dari kerukunan antara umat beragama yang menjadikan bangsa kita memiliki ciri yang sangat unik dan yang sangat membanggakan.”
Dalam momen pertemuan dengan Uskup Agung Kardinal Ignatius, Syekh Mukhtar menjelaskan bagaimana energi positif dari Terowongan Silaturahim memberi dampak besar terhadap jiwa umat muslim dan Kristen.
“Suatu terowongan membentuk medan positif yang menghubungkan, yang membentuk mega magnitudo positif antara satu dengan yang lain. Satu saling menghormati saling menghargai. Saling ingat mengingatkan. Saling bantu membantu, dari satu yang lain dengan yang lainnya. Antara generasi terdahulu, sekarang dan generasi yang akan datang. Yang menghubungkan antara manusia dan manusia. Antara manusia dengan alam semesta. Makhluk dan Kholik.”
Uskup Agung Kardinal Ignatius Suharyo menyambut hangat pandangan tersebut. Beliau menyatakan bahwa hati dan pikirannya selaras dengan yang di sampaikan kyai Mukhtar, “Sebenarnya saya tinggal mengatakan idem. Kami semua sebenarnya satu gelombang. Disempurnakan dengan terowongan.”
Pertemuan antara Uskup Agung Kardinal Ignatius Suharyo dan Syekh Moch. Mukhtarulloh Mujtabaa Mu’thi menjadi simbol nyata indahnya kerukunan di tengah perbedaan.
“Mudah-mudahan shillaturachmi ke terowongan mega positif ini, membawa berkah kepada semua. Membawa Rochmat dari dunia sampai akhirat”, tutup kyai Mukhtar.
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur
- Sambut HUT Ke-13, PT Sehat Tentrem Jaya Lestari Salurkan Santunan dan Gelar Buka Bersama 500+ Pekerja
- Shiddiqiyyah Jelaskan Makna Lailatul Qodar dan Ketentuan 27 Syahru Romadlon
- Khamenei: Pemimpin Yang Memilih Syahid Daripada Tunduk Pada Zionis
- Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Peristiwa Besar dan Keistimewaan 17 Syahru Romadlon