ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Tasyakkuran Tahun Baru Hijriyyah: Mursyid Shiddiqiyyah Ingatkan Pentingnya Nilai Umur
27 Juni 2025 18:13

Jombang - Telah berlangsung shillaturrochmi di Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah dalam rangka mensyukuri tahun baru 1447 Hijriyyah, Kamis malam (26/06/2025).
Seperti pada tahun tahun sebelumnya, Pesantren Shiddiqiyyah konsisten mengadakan tasyakkuran tahun baru Hijriyyah baik di pusat ajaran Thoriqoh Shiddiqiyyah Jombang, maupun di daerah-daerah.
Panitia pelaksana tasyakkuran ini dari Organisasi Jam'iyyah Kautsaran Putri Haajarulloh Shiddiqiyyah (JKPHS), yang mana organisasi ini merupakan organisasi khusus beranggotakan perempuan.
Acara berlangsung khidmat dengan do'a kautsaran yang dipimpin langsung oleh Dewan Pertimbangan Organisasi JKPHS, Ibu Nyai Shofwatul Ummah.
Selain itu, Ibu Nyai Shofwatul Ummah juga menyampaikan bahwa do'a kautsaran ini ditujukan untuk diri sendiri dan juga untuk Indonesia supaya tetap dalam Ridlo Alloh.
"Do'a kautsaran kita tujukan dalam rangka mensyukuri nikmat tahun baru Hijriyyah 1447, dengan harapan do'a kautsaran yang akan kita baca bersama supaya pada tahun ini dan yang akan datang semuanya akan lebih baik. Terutama tujuannya untuk diri kita sendiri supaya kita semua tetap istiqomah menjadi hamba Alloh dan diri kita semua diberi kesehatan jasmani dan ruhani".
"Selain itu, kita tujukan untuk Indonesia Raya supaya tetap dalam ridho Alloh”, tutur Ibu Nyai.

Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, Syekh Moch. Mukhtarullohil Mujtabaa Mu'thi ketika mau'idhotul chasanah menyampaikan tentang pentingnya nilai umur manusia.
Manakah yang lebih baik antara umur yang panjang dan umur yang pendek. Mau'idhoh tersebut diawali dengan semboyan bahasa Arab yang artinya “hari-hari itu lampiran umurmu”.
“Umur itu waktu, waktu itu yang diawali lahir dan diakhiri ajal atau mati. Antara lahir dan kematian manusia tidak sama. Ada yang panjang ada yang pendek. Ada yang paling panjang ada yang paling pendek. Manakah yang lebih baik?".
"Agama Islam tidak mempermasalahkan panjang pendeknya umur. Yang di permasalahkan Agama Islam ialah nilainya umur", pitutur luhur Syekh Moch. Mukhtarullohil Mujtabaa Mu'thi.
Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa jika mempunyai umur panjang namun nilainya jelek, dholim, khianat, ya’su, ngersuloan, maido gusti Alloh, iri hati itu semuanya kosong dari kebaikan.
Maka hal yang demikian lebih baik umur pendek yang mempunyai nilai baik. Akan tetapi yang lebih baik lagi adalah mempunyai umur panjang serta nilainya baik.
Pada Tasyakkuran tersebut juga tak lupa mengadakan santunan sebanyak 12 paket dengan nominal Rp200.000 per paket yang disampaikan kepada saudara-saudara yang membutuhkan.
Selain shillaturrochmi dan santunan juga dilaksanakan shodaqoh spontanitas untuk melengkapi acara tasyakkuran tahun baru Hijriyyah tersebut.
Pada malam itu shodaqoh spontanitas terkumpul sebanyak Rp19.520.000. Yang mana shodaqoh tersebut akan dimanfaatkan untuk pembangunan Masjid Raya Fatchan Mubiina Chaddun ‘Aadhim dan Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah. (OPSHID Media)
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?
- Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Meningkatnya Jumlah Hewan Qurban di Shiddiqiyyah
- Idul ‘Adha dan Nilai Tashawuf Yang Menjelma Dalam Tradisi
- Rekontruksi Masjid Baitus Shiddiqin Menjadi Masjid Raya Fatchan Mubiina
- Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan