Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Syukuri Kemerdekaan di Bulan Romadlon, Shiddiqiyyah Salurkan Ratusan Juta Rupiah Untuk Dhuafa

13 Maret 2025 16:59

Syukuri Kemerdekaan di Bulan Romadlon, Shiddiqiyyah Salurkan  Ratusan Juta Rupiah Untuk Dhuafa

Di bulan Romadlon yang penuh berkah ini, Shiddiqiyyah menggelar buka bersama dan santunan kepada fakir miskin dan yatim piatu, dengan total santunan mencapai ratusan juta rupiah. Agenda ini lestari dijalankan setiap tahun, sebagai wujud mensyukuri nikmat Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan Berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ke-82 menurut penanggalan Hijriyyah yaitu 8-9 Romadhon. 

Dilaksanakan oleh seluruh Organisasi di lingkungan Thoriqoh Shiddiqiyyah melalui Dhilaal Berkat Rochmat Alloh (DHIBRA) Shiddiqiyyah, acara ini berlangsung pada 10 Romadhon 1446 H/10 Maret 2025 M di Hotel Yusro Jombang.

Selain dari internal keluarga besar warga Thoriqoh Shiddiqiyyah, acara ini juga dihadiri oleh perwakilan pemerintah Kabupaten Jombang, yang diwakili Ketua Penggerak PKK Jombang Ibu Yuliati Nugrahani Warsubi (istri Bupati Jombang), Wakil Bupati Jombang Bapak Salmanudin Yazid beserta istri, serta perwakilan dari Forum Komunikasi Masyarakat Jombang, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Jombang.

Santunan disalurkan kepada 300 penerima, terdiri dari 100 fakir miskin dan 200 anak yatim piatu di Kabupaten Jombang. Sehubungan dengan teknis survei penerima, DHIBRA Pusat bekerja sama dengan warga Shiddiqiyyah di setiap kecamatan untuk memastikan penerima sesuai kriteria.

Berdasarkan data survei, terdapat penerima yang sama dari tahun sebelumnya dan ada pula penerima yang baru. Seperti penjelasan dari Pengurus DHIBRA Pusat, Nurhadi, "ada penerima yang sama dan ada yang ganti. Misalnya, anak yatim memiliki batas maksimal usia 13 tahun. Jika sudah di atas itu maka tidak masuk kriteria. Kondisi fakir miskin juga bisa berubah. Jika tahun ini tergolong tidak mampu, tahun depan sudah memiliki pekerjaan yang layak, otomatis tidak masuk kriteria. Jadi penerima santunan harus sesuai dengan kriteria," jelasnya.

Setiap penerima mendapatkan paket santunan senilai Rp 390.000, terdiri dari uang tunai sebesar Rp 200.000 dan kebutuhan pokok senilai Rp190.000 yang mencakup beras 3 kg, minyak goreng 2 liter, gula pasir 1 kg, biskuit, susu kental manis, air minum Maan Ghodaqo, dan konsumsi berupa nasi kotak. Total biaya santunan di pusat mencapai Rp 117.000.000.

Sumber dana santunan berasal dari shodaqoh seluruh organisasi di lingkungan Thoriqoh Shiddiqiyyah serta para donatur yang berpartisipasi.

Ada pula penyerahan santunan kepada 4 Fakir miskin dan 4 anak yatim piatu sebagai perwakilan penerima santunan.

IMG_20250312_091958_261.webp (320 KB)

Menurut keterangan Nurhadi, di antara tujuan program santunan ini agar terhindar dari golongan pendusta agama. "Kita sebagai manusia, sebagai orang islam, dan warga Shiddiqiyyah jangan sampai menjadi pendusta agama, yaitu orang-orang yang menghardik anak yatim dan enggan memberi makan fakir miskin. Jika belum menyantuni dan memperhatikan kaum dhuafa, maka termasuk pendusta agama. Karena itu, DHIBRA mengelola dan menyampaikan santunan secara rutin."

Untuk menggembirakan anak yatim piatu, mereka diajak mengikuti kuis berhadiah menjelang berbuka puasa. Dalam kuis ini, mereka bisa mendapatkan hadiah dengan menjawab pertanyaan bertema kemerdekaan dan puasa Romadhon. 

IMG_20250312_091958_935.webp (239 KB)

Dalam sambutan Ketua Umum DHIBRA, Ibu Nyai Shofwatul Ummah mengingatkan mengenai pentingnya mensyukuri nikmat Kemerdekaan. "Hitungan masehi, hitungan hijriyyah, itu juga harus kita syukuri. Itu petunjuk dari Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah supaya kita selalu menjadi orang yang bersyukur. Jika kita bersyukur, nikmatnya akan ditambah oleh Alloh. Nikmat perdamaian, nikmat persatuan, nikmat kesejahteraan, nikmat kesehatan untuk bangsa Indonesia semuanya."

Selain di pusat, warga Thoriqoh Shiddiqiyyah di berbagai daerah juga turut menyampaikan santunan. Telah terlaksana di Bali, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Sumatra. Total paket santunan yang tersebar di seluruh daerah, termasuk Jombang, mencapai 4.496 paket dengan total nilai Rp831.171.000.

"Berapa pun yang kita salurkan kepada saudara-saudara kita, anak yatim dan fakir miskin, itu tidak masalah. Yang penting itu lestarinya, Ahabbul a'maali ilallahi adwamuha wa in qalla: Amal yang paling disukai Alloh adalah lestarinya, meskipun sedikit", tegas Ibu Nyai dalam sambutan terkait lestarinya amal.

Wakil Bupati Jombang, Salmanudin Yazid, yang mewakili sambutan Bupati Jombang Warsubi yang berhalangan hadir, memberikan apresiasi terhadap acara ini. "Saya menyambut baik dan mengapresiasi terselenggaranya acara shillaturrochmi santunan, dan tasyakkuran atas nikmat besar kemerdekaan bangsa indonesia dan berdirinya NKRI. Dan saya mohon doa terutama romo kyai nyuwun doa restu panjenengan doakan (minta doa restu beliau doakan) semoga Jombang ini semakin lama semakin baik dan sejahtera." 

Doa buka bersama dipimpin oleh Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Syekh Muchammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu'thi. 

IMG_20250312_091958_415.webp (157 KB)

Dalam pelaksanaan buka bersama, para penerima santunan tetap duduk di tempat yang telah disiapkan dan dilayani dengan berbagai hidangan sesuai menu yang diinginkan. Suasana bahagia terpancar di setiap sudut meja, semua undangan tampak menikmatinya.

Seusai buka bersama, penyerahan paket santunan dilakukan seiring para penerima santunan meninggalkan lokasi acara.

Nurhadi menyampaikan harapan kepada para penerima santunan, "harapannya mereka gembira, kegembiraan itu membawa keberkahan, apalagi di bulan Romadhon. Menggembirakan fakir dan yatim adalah perintah Rosululloh, bukan sekadar berbagi materi, tetapi juga keberkahan. Semoga hidup mereka lebih berkecukupan dan anak yatim tumbuh sholeh sholehah." (OPSHID Media)

Penulis: Jauharotun Naaja

Editor: Sa’adatush S.