ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Hikmah Safari Mursyid Shiddiqiyyah: Arti Cisoka Perjuangkan Nikmat Sehat dan Masa Mudamu
02 Agustus 2024 17:00

Tangerang - Setelah sebelumnya mengunjungi Jaami'atul Mudzakkirin di Gunungkidul, Yogyakarta, pada Selasa, 30 Juli 2024 M/ 23 Muharrom 1446 H, Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Syekh Muchammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu'thi beserta rombongan Safari Nidhomus Syukri singgah di Jami’atul Mudzakkirin Cisoka, Tangerang. Dalam rangka Shillaturahmi dan Tasyakkuran Tahun Baru Hijriyyah 1446 H di Serang, Banten.
Pada kesempatan tersebut Sang Mursyid menerangkan mengenai surat Al-Jinn ayat 16 yang terdapat pada lambang Thoriqoh Shiddiqiyyah, serta meneruskan keterangan hadits Rosululloh mengenai perjuangan lima sebelum datangnya lima. Dalam surat jinn Alloh berfirman.
MAA-AN GHODAQO, AIR SEGAR MENYEGARKAN
وَّاَنْ لَّوِ اسْتَقَامُوْا عَلَى الطَّرِيْقَةِ لَاَسْقَيْنٰهُمْ مَّاۤءً غَدَقًاۙ
“Dan jika kamu tetap atas jalan (Laa Illaha Ilalloh) pasti Aku beri minuman mereka, air yang segar.”
Pada kandungannya, secara garis besar surat Al-Jinn ayat 16 ini ada dua. Yakni yang pertama syarat mutlak serta kedua adalah janji Alloh Ta’ala. Syarat mutlak yang tidak bisa diubah, ditawar-tawar lagi kandungannya. Sebagaimana disampaikan oleh beliau, “Jika kamu tetap istiqomah, tidak berubah-ubah, di mana saja, kapan saja, dalam keadaan apa saja. Tetap di jalan Alloh, pasti aku beri minuman mereka, air yang segar”.
Dan janji Alloh ini adalah memberikan air yang segar lagi menyegarkan, air hidup yang menghidupkan, suci serta mensucikan. Yang mana maksudnya menyegarkan kehidupan manusia ketika di dunia, menghidupkan hidup manusia itu sendiri, juga mensucikan kehidupan di dunia hingga di akhirat.
Dalam dawuhnya Sang Guru menjelaskan, “Ini saya singkat saja air suci yang mensucikan lahir batin. Dengan sucinya lahir batin, suci dari najis madzmummah. Najis sifat tercela, sifat-sifat hati yang tercela. Seperti sifat tomak rakus, takabur sombong, itu harus dibersihkan. Sifat-sifat hati semuanya itu kalau disimpulkan jadi qolbun marodhun, hati yang sakit,”
Air segar lagi menyegarkan atau Maa-an Ghodaqoo tersebut, hanya dapat diperoleh ketika mampu istiqomah di jalan Laa Illaha Ilalloh, atau khususnya teruntuk jama’ah Thoriqoh Shiddiqiyyah adalah tetap dan lestarinya istiqomah di dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah. Bila telah menerima air segar itu, maka hilanglah sifat-sifat tercela dari hati, sifat yang kotor lagi merusak, bersih dari sifatnya penjajahan yang gemar membuat kerusakan di bumi.
Keterangan Maa-an Ghodaqoo pada kesempatan ini memiliki kesinambungan dengan nama dari Cisoka itu sendiri. Diterangkan, “Ci” berarti air suci dan “Soka” artinya suka dalam bahasa jawa barat, lengkapnya Cisoka adalah air suci yang disenangi.
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?
- Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Meningkatnya Jumlah Hewan Qurban di Shiddiqiyyah
- Idul ‘Adha dan Nilai Tashawuf Yang Menjelma Dalam Tradisi
- Rekontruksi Masjid Baitus Shiddiqin Menjadi Masjid Raya Fatchan Mubiina
- Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan