ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Bumi Barokah Dari Tanah Suci, Barokahnya Menyebar Ke Pelosok Negeri
06 Juli 2024 17:00

JOMBANG – Kamis (04/07/24) telah dilaksanakan pembukaan ibadah do’a wirid kautsaran di Ponpes Shiddiqiyyah Pusat, Losari-Ploso-Jombang setelah sempat libur sejenak. Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang diamalkan jama'ah Shiddiqiyyah Pusat tiap Kamis malam Jum’at bertempat di Musholla Taajul Mudzakkirin.
Pada acara ini, dihadiri oleh warga Shiddiqiyyah sekitar area Ploso hingga luar kota Jombang. Banyaknya jama'ah tampak dari padatnya area sekitar Musholla Taajul Mudzakkirin, dari jalan setapak sampai taman bunga yang berganti jadi taman manusia.
Ibadah Kautsaran sendiri juga merupakan salah satu cara mensyukuri nikmat Alloh, bersamaan dengan ikhtiar untuk selalu mendapatkan limpahan barokah dan rochmat dari Alloh Ta’ala. Inilah yang mendasari semangat warga Shiddiqiyyah dalam mengikuti ibadah do’a wirid kautsaran.

Pada kesempatan kali ini, Sang Mursyid Mochammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi turut hadir dan memberikan mau'idhotul chasanah. Beliau menjelaskan kembali alasan mengenai pemindahan kerangka-kerangka jenazah, yang berdasar pada hadits Rosululloh riwayat Abu Huroiroh, “Kuburkanlah atas orang-orang matimu, kuburkan di tengah-tengah orang yang sholeh. Sesungguhnya mayit-mayit itu merasa terganggu, seperti terganggunya orang hidup berdampingan dengan tetangga yang jelek budi pekertinya.”
Rupanya, di hari yang sama dalam waktu yang berbeda, Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah memerintahkan pemindahan kerangka salah seorang dari keluarga beliau bernama Sunanik atau Napsun ke dalam area ponpes Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah yang disebut sebagai Bumi Barokah.
“Bumi sekitar Majma’al Bachrain adalah bumi yang barokah, bumi yang barokah. Karena di bumi ini, saya tanam sebagian tanah dari Masjidil Haram Mekkah dan saya ambilkan dari Masjidil Aqsho Palestina,” pitutur luhur Sang Mursyid.
Almarhumah Ibu Sunanik, dalam kisahnya merupakan kerabat dari Nyai Nasichah, Ibunda Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah. Semasa hidup, Ibu Sunanik menerima wasiat dari Ibunda Sang Mursyid, “Diwasiati ibu saya ke Nafsun 'nduk kowe besok lek wafat ojo adoh-adoh karo kuburanku,’ (nak, kamu besok ketika wafat jangan jauh-jauh dari kuburanku -red). Itu wasiatnya ibu saya kepada Nafsun, dan Nafsun kalau memanggil Mbah Kyai Achmad Falal itu paman", pitutur Sang Mursyid.
Sebagaimana tindakan Sang Mursyid Mochammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi tidak pernah lepas dari Qur-aan dan hadits, pernyataan beliau mengenai Bumi Barokah juga berasal dari Al-Qur-aan surat Isro’ ayat 1. Inilah yang juga menjadi tanda banyaknya umat yang datang ke Pesantren Shiddiqiyyah, terutama ketika tanggal 17 romadhon waktu malam Lailatul Mubarokah. Ramainya jama'ah yang datang berbondong-bondong setiap tahunnya untuk mendapatkan barokah di Bumi Barokah.
Lokasi ditanamnya sebagian tanah dari Masjidil Harom dan Masjidil Aqsho berada di pintu gerbang Isti'anah, tepatnya di pintu Bismi, pintu Alloh, pintu Rochman, dan pintu Rochim. Dari situ menyebarlah barokah dari tanah suci ke seluruh area pesantren Shiddiqiyyah.
Sang Mursyid juga menambahkan supaya mampu mendapat barokah, harus ada niatnya terlebih untuk menyerap barokah. Dengan niat yang benar, akan menimbulkan resonansi atau frekeunsi yang menarik daya barokah tersebut.
“Kalau ziaroh tidak niat mengambil barokah, tidak ada. Tidak ada resonansi, tidak getar-menggetar. Jika tidak nyambung tidak bisa mengambil barokah. Jadi getar-menggetar itu namanya barokah,” dawuh Sang Guru.
Dengan mengetahui hal tersebut, maka dalam melakukan suatu ibadah harus disertai dengan niat untuk menyerap barokah. Supaya apa yang dikerjakan tidak menjadi sia-sia, baik ketika berziaroh, bekerja, maupun aktivitas ibadah lainnya. (OPSHID Media)
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur
- Sambut HUT Ke-13, PT Sehat Tentrem Jaya Lestari Salurkan Santunan dan Gelar Buka Bersama 500+ Pekerja
- Shiddiqiyyah Jelaskan Makna Lailatul Qodar dan Ketentuan 27 Syahru Romadlon
- Khamenei: Pemimpin Yang Memilih Syahid Daripada Tunduk Pada Zionis
- Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Peristiwa Besar dan Keistimewaan 17 Syahru Romadlon