ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?
31 Mei 2026 09:00

ST, PENUNJANG DA'WAH
Bila melihat akar kelahiran Sehat Tentrem, tentu dapat dikatakan bahwa Sehat Tentrem tumbuh dalam semangat kebermanfaatan. Keuntungan yang dihasilkan tidak berhenti pada angka-angka bisnis, melainkan diputar kembali untuk menopang kegiatan sosial, kemanusiaan, pendidikan, hingga pembangunan pesantren dan kemaslahatan masyarakat. Di Sehat Tentrem, CSR (Corporate Social Responsibility) bukan sekadar pemenuhan kewajiban, melainkan prioritas utama yang hadir dalam keyakinan.
Dan berbeda dengan kebanyakan CSR yang dijalankan perusahaan pada umumnya, CSR Sehat Tentrem berlandaskan pada 3 aspek: keimanan, kemanusiaan, dan kealaman. Ini selaras dengan salah satu motto yang dipegang teguh oleh Organisasi Pemuda Shiddiqiyyah (OPSHID) yang menyebut diri mereka sebagai pelayan keimanan, kemanusiaan, dan kealaman.
Beberapa kegiatan sosial yang mungkin sudah kita ketahui: Rumah Syukur Layak Huni, Santunan, kepedulian terhadap Tukang Becak, dan lain sebagainya. Pada lingkaran komunitas Shiddiqiyyah, keterlibatan ST sudah menjadi hal lumrah, meski sebenarnya banyak yang belum diketahui dari seberapa banyak keterlibatan ST pada perputaran Shiddiqiyyah.
Ini menjadi hal krusial yang harus dipahami oleh warga Shiddiqiyyah.
Thoriqoh Shiddiqiyyah yang berpusat di Pesantren Majma'al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah, Losari, Ploso, Jombang, telah menunjukkan perkembangan yang pesat, ditandai dengan banyaknya program yang dilaksanakan setiap tahunnya, baik yang bersifat internal maupun eksternal.
Di lokasi pesantren pusat, saat ini tengah berlangsung dua program pembangunan berskala besar: Masjid Raya Fatchan Mubiina dan Perpustakaan Tashawuf. Di berbagai daerah lainnya, Shiddiqiyyah juga menjalankan program pembangunan Pesantren Hayya 'Alash Sholah Hayya 'Alal Falah di Pelabuhan Ratu, Sukabumi; Pesantren Jati Diri Bangsa di Pojok, Kediri, dan di Mungkid, Magelang; serta program pembangunan 2.000 unit Jaami'atul Mudzakkirin di seluruh Indonesia. Itu pun baru dari program pesantren yang bersifat kethoriqotan. Belum lagi dari sisi pendidikan — pembangunan gedung asrama Tarbiyyah Hifdhul Ghulam Wal Banat (THGB) dan gedung sekolah — maupun dari sisi sosial: pembangunan Rumah Syukur Layak Huni dan pemugaran Makam Syekh Musa.
Seiring terus berkembangnya Thoriqoh Shiddiqiyyah, agenda pembangunan pun tak akan berhenti. Dan semua itu membutuhkan dana yang tidak sedikit.
Di sinilah peran ST terlihat. Sebanyak kurang lebih 70 hingga 80% keuntungan yang dihasilkan dari bisnis kretek Sehat Tentrem, dialokasikan pada program pembangunan Shiddiqiyyah yang tersebut di atas. Selain itu, juga dialokasikan pada: perawatan Pesantren mulai kebersihan, listrik, hingga tenaga perawat; operasional dan tenaga pengajar THGB; serta logistik harian pesantren.
Inilah fakta nyata dari sebuah produk yang dapat dikatakan sebagai dapur pacu perjuangan Islam.
Adanya umat Islam itu ditentukan oleh ada atau tidaknya di antara umat Islam itu yang melaksanakan Da’wah Islamiyyah. Dalam Al Qur-an Surat Ali Imron ayat 104 disebutkan:
وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
"Hendaklah ada di antara kamu segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Mereka itulah orang-orang yang beruntung"
Di dalam ayat tersebut ada " وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ " (waltakum minkum) yang artinya: di antara umat kamu. Hal ini bisa diartikan, untuk lestarinya agama Islam, dalam umat Islam harus ada:
- Sebagian yang melaksanakan misi Da'wah Islamiyyah.
- Sebagian yang melaksanakan penunjangan Da'wah Islamiyyah.
Tanpa pelaksana misi Da'wah Islamiyyah yang menyebarkan ajaran Islam, maka tak akan ada agama Islam. Dana para pelaksana misi Da'wah Islamiyyah ini tak akan maksimal pergerakannya apabila tidak didukung secara materil, karena pada dasarnya melakukan da'wah juga membutuhkan dana. Untuk itulah ada penunjang Da'wah Islamiyyah, yang mendukung setiap gerak gerik Da'wah Islamiyyah agar lebih leluasa dan dapat menjalankan misi dengan sebaik-baiknya.
Untuk itulah, kita dalam melaksanakan misi Da'wah Islamiyyah di Shiddiqiyyah, mempunyai Sehat Tentrem yang menjadi penunjang da'wah. Dua hal ini tidak bisa dilepaskan dan saling terkait. Seperti uang koin, satu namun memiliki 2 sisi yang berbeda.
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?
- Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Meningkatnya Jumlah Hewan Qurban di Shiddiqiyyah
- Idul ‘Adha dan Nilai Tashawuf Yang Menjelma Dalam Tradisi
- Rekontruksi Masjid Baitus Shiddiqin Menjadi Masjid Raya Fatchan Mubiina
- Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan