ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Masjid Fatchan Mubiina Adakan Buka Bersama Sebulan Penuh, Ratusan Warga Sekitar Datang Setiap Harinya
02 Maret 2026 07:00

JOMBANG – Bulan Romadlon tahun ini menjadi momentum Istimewa pasca mulai difungsikannya Masjid Raya Fatchan Mubiina Chaddun 'Adhim. Sebab untuk pertama kalinya, diadakan kegiatan buka puasa bersama selama satu bulan penuh di lingkungan Masjid Raya Fatchan Mubiina Chaddun ‘Adhim, yang berada di Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah Indonesia, Losari, Ploso, Jombang, Jawa Timur.
Kegiatan yang telah terlaksana sejak Kamis (19/02/2026) atau bertepatan dengan tanggal, 01 Bulan Romadlon 1447 H ini merupakan petunjuk langsung dari Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia, Syekh Mochammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi.

Di mulai saat waktu maghrib tiba, para jamaah dipersilahkan untuk menikmati berbagai macam hidangan takjil berupa aneka snack, buah-buahan, kolak, kopi, teh, maupun air mineral. Selanjutnya, mereka melaksanakan ibadah sholat maghrib berjamaah di Masjid Raya Fatchan Mubiina Chaddun ‘Adhim.
Usai sholat, jamaah dapat memilih hidangan berbuka untuk dinikmati di tempat yang telah disediakan oleh panitia. Setibanya di waktu isya’, para jamaah juga dipersilahkan mengikuti ibadah sholat isya’ dan tarawih berjamaah.
Pengurus pesantren, Nurhadi, menyampaikan bahwa program ini merupakan kali pertama dilaksanakan secara penuh selama bulan Romadlon.
“Baru ini di pesantren kita Majma’al Bachroin ada program buka bersama selama bulan Romadlon. Siapapun yang berkenan bisa mengikuti buka puasa di lingkungan Masjid Fatchan Mubiina Chaddun ‘Adhim ini, baik masyarakat sekitar, tamu, maupun musafir yang singgah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bahwa program ini bermula dari dawuh atau petunjuk Al-Mukarrom Syekh Mochammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi pada saat pertengahan bulan Sya’ban.
Menindaklanjuti hal tersebut, para pengurus organisasi di lingkungan Thoriqoh Shiddiqiyyah pun bermusyawarah terkait teknis pelaksanaan, mulai dari penyiapan tempat hingga sumber pendanaan. Seluruh unsur organisasi yang turut terlibat diantaranya; ORSHID, OPSHID, DHIBRA, JKPHS, YPS, THGB, Forum Wali Talqin, serta Forum Kholifah.
“Karena memang petunjuk dari Sang Maha Guru, kita selaku pengurus organisasi kewajibannya adalah merealisasikan dari dawuh-dawuh itu,” tambahnya.

Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan kebersamaan, tetapi juga menghidupkan ciri khas Thoriqoh Shiddiqiyyah, yakni S3: Shillaturrochmi, Santun, dan Shodaqoh.
Shillaturrochmi tampak dari pertemuan jamaah yang sebelumnya tidak saling mengenal, namun menjadi kenal karena saling bertegur sapa saat berbuka bersama. Sikap santun tercermin dari pelayanan kepada para jamaah yang hadir. Sementara Shodaqoh ditinjau dari kontribusi bahan makanan yang dihimpun dari warga Thoriqoh Shiddiqiyyah.
Panitia memastikan kesiapan penuh dalam melayani jamaah selama bulan Ramadlon. Dalam kesempatan ini Ketua Forum Shillaturrochmi Ikhwan Putri (FSIP) Lailatur Rofi’ah, menjelaskan bahwa proses penyediaan hidangan melibatkan banyak pihak. Untuk tenaga memasak, panitia bekerja sama dengan ibu-ibu warga Thoriqoh Shiddiqiyyah, sementara pembagian takjil dan buka bersama dikoordinir langsung oleh Forum Shillaturrochmi Ikhwan Putri (FSIP) yang melibatkan Ikhwan 1 hingga Ikhwan 9.
“Dari hari pertama sampai dengan hari ini, kita selalu menyiapkan 500 porsi untuk setiap harinya selama berbuka puasa. Dan kita sudah siap jika ada peserta yang ingin ikut buka puasa melebihi dari porsi,” ungkap Lailatur Rofi’ah.
Ia mengaku senang melihat antusiasme para jamaah. “Kami merasa gembira bisa berbagi kebahagiaan, baik kepada murid Shiddiqiyyah maupun masyarakat umum. Harapannya kegiatan ini bisa lestari setiap tahunnya,” katanya.
Salah satu santri, Muhammad Fadhlan Zaki Hisyam, juga turut menyampaikan rasa syukurnya dapat mengikuti kegiatan buka puasa bersama ini.
“Alchamdulillah, apalagi bagi yang rantauan ini ibadahnya jadi lebih semangat,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan pula oleh Kartika Eko, jamaah asal Trawas, Mojokerto. Ia menyampaikan, “Saya sangat senang buka puasa di Shiddiqiyyah ini, karena disini nuansanya paling lain bagi saya. Alchamdulillah, semenjak bulan puasa ini saya selalu berjamaah di masjid, hati itu rasanya sangat bahagia sekali melihat kebersamaannya mereka (warga Thoriqoh Shiddiqiyyah - Red). Ada rasa shillaturrochminya, nampak sekali yang tadinya tidak kenal karena menyapa kanan kirinya jadi kenal.” (OPSHID Media)
- Apa Makna Sehat Tentrem bagi Shiddiqiyyah?
- Keutamaan Bulan Dzulhijjah dan Meningkatnya Jumlah Hewan Qurban di Shiddiqiyyah
- Idul ‘Adha dan Nilai Tashawuf Yang Menjelma Dalam Tradisi
- Rekontruksi Masjid Baitus Shiddiqin Menjadi Masjid Raya Fatchan Mubiina
- Menemukan Akar Tasawuf dalam Stoikisme dan Minimalisme
- Diversifikasi Pangan: Kunci Ketahanan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global
- Ketahanan Pangan: Benteng Terakhir Kedaulatan Bangsa di Tengah Geopolitik Global
- Sehat Tentrem: Bukan Sekadar Rokok, ST Adalah Nafas Perjuangan
- Pangan Dalam Peta Kekuasaan: Kondisi Dalam Negeri Hingga Ketahanan di Desa
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan