Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Syukuri Berdirinya Negara Palestina Merdeka, Shiddiqiyyah Adakan Do’a Bersama dan Salurkan Bantuan Kemanusiaan

05 Oktober 2025 09:00

Syukuri Berdirinya Negara Palestina Merdeka, Shiddiqiyyah Adakan Do’a Bersama dan Salurkan Bantuan Kemanusiaan

Jombang – Seluruh murid Thoriqoh Shiddiqiyyah, baik yang berada di berbagai penjuru Indonesia maupun di luar negeri, menerima fatwa dari Syekh Moch. Mukhtarullohil Mujtabaa Mu'thi. Dalam fatwa tersebut, para murid dianjurkan untuk melaksanakan do’a dan sujud syukur secara serentak sebagai bentuk rasa syukur atas berdirinya Negara Palestina Merdeka, pada hari Sabtu, 4 Oktober 2025. 

Konflik antara Palestina-Israel telah menjadi salah satu isu global yang kompleks dan berkepanjangan. Selama beberapa dekade, perjuangan rakyat Palestina untuk mendapatkan pengakuan sebagai negara merdeka terus berlangsung di tengah berbagai dinamika politik dan diplomatik internasional. 

Pada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) 12 September 2025, sebanyak 142 dari 193 negara anggota telah secara resmi mengakui keberadaan Negara Palestina sebagai entitas merdeka dan berdaulat.

Murid-murid Thoriqoh Shiddiqiyyah sendiri, telah lama mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina. Bentuk dukungan tersebut tidak hanya melalui doa, tetapi juga diwujudkan melalui penyaluran dana kemanusiaan. 

Hingga kini, Shiddiqiyyah telah tiga kali menyalurkan dana kemanusiaan melalui Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), yaitu pada tahun 2015, 2023, dan 2025.

IMG_0923.jpeg (238 KB)
Murid Shiddiqiyyah melaksanakan do'a bersama 

Pada tahun 2025, dalam rangkaian acara do'a bersama yang bertempat di Pesantren Majma'al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah, Jombang, disampaikan dana kemanusiaan sebesar Rp200 juta. Selain itu, melalui shodaqoh spontanitas yang digalang pada malam tersebut, terkumpul tambahan dana sebesar Rp51 juta, yang menambah total akumulasi bantuan sebelumnya menjadi Rp.701 juta.

Dana tersebut merupakan wujud solidaritas kemanusiaan serta cinta kasih sesama umat manusia, sekaligus bagian dari pengamalan nilai-nilai spiritual yang diajarkan dalam Thoriqoh Shiddiqiyyah. 

Mengutip dari sambutan Ibu nyai Sofwaul Ummah yang menyampaikan, "shodaqoh ini akan kita salurkan, akan kita sampaikan ke Palestina karena ada cinta."

"Karena sesungguhnya umat mukmin itu bersaudara di manapun berada, termasuk di Palestina. Dan untuk malam hari ini kita menggalang dana untuk palestina. Ini santunan lintas negara, lintas benua.Tanpa pertolongan Alloh kita tidak bisa apa-apa." Terang Bu Nyai Shofwatul Ummah.

Ketua Presidium Medical Emergency Rescue Committee (MER-C), Dr. Hadiki Habib, Sp.PD, Sp.Em., yang turut hadir dalam acara tersebut, menyampaikan rasa terhormat karena mendapat amanah dari para murid Thoriqoh Shiddiqiyyah untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui MER-C.

Dalam sambutannya, ia mengungkapkan betapa besar kedekatan emosional yang dirasakan warga Gaza terhadap masyarakat Indonesia, yang kemudian menjadi motivasi bagi para relawan.

"Kalian datang saja kesini, dan kami lihat ada kalian, kami seperti selalu ada harapan, kami merasa selalu ada yang mendampingi, kami selalu merasa tidak ada yang ditinggalkan." Tuturnya menirukan ucapan warga Gaza.

Selain penyaluran dana kemanusiaan dan do'a bersama, acara tersebut juga diisi dengan mauidhotul chasanah oleh Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah, yang menyampaikan keheranannya terhadap keberanian Hamas.

"Yang saya heran itu, Hamas itu kan kecil, tidak ada tandingannya dengan lawan negara Israel apalagi dibelakangnya ada Amerika, lho kok berani Hamas itu. Mungkin saja diilhami oleh firman Alloh Ta'ala."

Beliau juga menyinggung kondisi dunia yang penuh konflik dan menegaskan bahwa persoalan Palestina menjadi kunci perdamaian global. Beliau menyampaikan:

"Suatu waktu saya pernah ditanya orang, bagimana ini dunia ini kok umek terus, perang-perang terus, kapan selesainya perang ini. Kulo  jawab, kalau Palestina sudah beres, dunia tentrem terutama Timur Tengah. Selama Palestina belum selesai tidak akan tentrem. Selama zionis  itu masih ada, tidak tentrem."

Dengan do'a yang dilaksanakan oleh murid Thoriqoh Shiddiqiyyah, harapannya, Palestina dan Indonesia senantiasa selalu aman dan damai. (OPSHID Media)

Penulis: Ainun Nasikhah

Editor: Sa’adatush S.