ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Peduli Korban Tanah Longsor Pekalongan, Shiddiqiyyah Salurkan Bantuan Puluhan Juta Rupiah
19 Februari 2025 07:00

PEKALONGAN – Bencana tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Pekalongan, Jawa Tengah, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan parah. Sebagai upaya mendukung pemulihan pascabencana, Dhillaal Berkat Rochmat Alloh (DHIBRA) Shiddiqiyyah menyalurkan bantuan langsung kepada para korban pada Sabtu dan Ahad, 15-16 Februari 2025.
Agar penyaluran berjalan tepat sasaran dan sistematis, proses ini dipersiapkan melalui koordinasi antara pengurus pusat, pengurus daerah, korwil, dan perangkat desa setempat. "Melalui survei awal yang dilakukan pengurus daerah untuk mengidentifikasi kondisi korban terdampak. Hasilnya kemudian dimusyawarahkan oleh DHIBRA Pusat. Selanjutnya dilakukan survei lebih rinci di lokasi kejadian menggunakan teknik survei bencana alam", terang Bapak Nurhadi, pengurus DHIBRA Pusat.
Penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan, dengan memprioritaskan korban yatim piatu, fakir miskin, keluarga yang meninggal, serta warga terdampak seperti kerusakan rumah dan kesulitan akses kebutuhan pokok akibat terisolasi.
Dari hasil survei, ditemukan 150 kepala keluarga (KK) yang membutuhkan bantuan akibat bencana longsor tersebut. Bantuan telah disalurkan ke beberapa desa di Kecamatan Petungkriyono, antara lain Desa Tlogopakis, Yosorejo, Gumelem, Tlogohendro, Kayupuring, Kasimpar, dan Songgodadi. Selain itu, di kecamatan Lebakbarang, mencakup desa Wonosido, Timbangsari, dan Depok.
Penyaluran bantuan dilakukan dengan mekanisme terstruktur yaitu bantuan disampaikan secara langsung. "Kita langsung masuk ke rumah-rumah penerima dan tidak menitipkan di posko, polanya harus kepada yang bersangkutan yaitu penerima yang dituju berdasarkan data survei. Teknis itu sangat penting, agar penyaluran tepat sasaran dan tidak ada yang terlewat", jelas Nurhadi.

Bantuan yang diberikan senilai Rp418.000,- per paket terdiri dari uang tunai sebesar Rp100.000,- dan paket sembako yang berisi: 7 kg beras, 1 kg gula, 2 kg telur ayam, minyak goreng, mie instan, roti kering, teh, garam, kecap manis, ikan teri, serta kebutuhan mandi seperti sabun. Total biaya yang dikeluarkan mencapai sekitar Rp62.000.0000,-.
Untuk memastikan transparansi, seluruh dana partisipasi warga Shiddiqiyyah disalurkan melalui rekening resmi DHIBRA Pusat yang khusus diperuntukkan bagi kepentingan sosial. Dan agar lebih efisien, pembelian kebutuhan paket sembako dilakukan di wilayah terdekat lokasi bencana.
Selain DHIBRA, pelaksanaan santunan ini melibatkan ratusan relawan dari organisasi di lingkungan Thoriqoh Shiddiqiyyah yang berasal dari berbagai daerah. Pada pelaksanaanya, para relawan menyebar ke tiap titik lokasi santunan.
Dalam proses distribusi paket, para relawan menghadapi tantangan medan yang sulit. Lokasi perbukitan yang terdampak longsor menyebabkan kesulitan mobilitas bantuan. "Untuk penyaluran kami sangat menguras tenaga. Kondisi jalan sangat ekstrem karena longsor. Ada 3 mobil membawa santunan yang ditarik oleh relawan. Ada juga jalan utama belum bisa dilalui. Akhirnya kita berjalan kaki, paket dipikul gotong royong memakai jalan lintas meskipun sangat jauh. Juga melewati jembatan dari bambu sebagai lintasan darurat. Kami harus bergantian agar dapat mencapai titik lokasi", ujar Kecu, relawan OPSHID.

Bencana longsor ini tidak hanya berdampak pada rusaknya infrastruktur, tetapi juga menyebabkan banyaknya korban jiwa. Salah satunya anak dari warga Thoriqoh Shiddiqiyyah, wanita berinisial A (17).
Tepat pada Senin, (20/1/2025) kejadian longsor terjadi di desa Kasimpar. Diketahui (A) yang merupakan warga desa lain sedang dalam perjalanan untuk mengurus keperluan pernikahan bersama calon suami dan sang ayah. Namun sang ayah sudah pulang terlebih dahulu, sementara (A) dan calon suami masih berada di desa tersebut.
Hujan lebat mengguyur daerah tersebut, membuat (A) dan calon suaminya, serta pengendara lain mencari perlindungan di rumah Sekretaris Desa (Sekdes) setempat. Hujan yang tak kunjung reda semakin memperburuk kondisi tanah. Akhirnya, longsor pun terjadi. Rumah Sekdes yang terletak di bawah rumah seorang pendeta tertimpa runtuhan bangunan pendeta yang ambruk, hingga menyebabkan beberapa korban, termasuk (A) dan calon suaminya.
Oleh karena itu, santunan ini disalurkan untuk meringankan beban korban bencana, baik keluarga yang ditinggalkan maupun mereka yang terdampak.
Dengan adanya santunan ini, para penerima bantuan mengungkapkan rasa syukur mereka. Salah satunya Pendeta Wahidi, korban terdampak yang rumahnya hancur akibat longsor. "Atas nama pribadi dan warga, terima kasih atas bantuan dan doanya, sangat berharga bagi kami. Tolong sampaikan kepada para santri dan Kyai Mukhtar, pengurus pondok pesantren. Terima kasih banyak," ucapnya penuh syukur.
Ibu Taruni juga merasakan kebahagiaan serupa. Rupanya masih ada yang peduli terhadapnya. "Alchamdulillah, bahagia dan bermanfaat banget. Ada yang peduli dan bantu. Paribasane kebingungan penuh rumpangan. Arep kuli meng endi, gae mangan bae ya nanah. Sangat berterima kasih, mugi-mugi Shiddiqiyyah sing mbales Gusti Alloh diberikan lancar dan barokah", harapnya.
(Peribahasanya seperti kebingungan disertai hambatan. Mau kerja kemana, buat makan saja susah. semoga shiddiqiyyah yang membalas Alloh; diberikan lancar dan barokah-Red)
Rupanya, selain program rutin seperti Santunan Nasional dan Santunan Rumah Syukur Layak Huni. DHIBRA juga aktif memberikan bantuan kepada korban bencana alam. "Bantuan bencana ini bersifat insidental. Kami memang organisasi sosial, dan sebagian dari yang kami perhatikan adalah korban bencana. Baik yang bersifat lokal maupun nasional yang sudah dilakukan sejak tahun 2002. Bantuan ini diharapkan bisa meringankan penderitaan dan kesedihannya", pungkas Nurhadi. (OPSHID MEDIA)
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur
- Sambut HUT Ke-13, PT Sehat Tentrem Jaya Lestari Salurkan Santunan dan Gelar Buka Bersama 500+ Pekerja
- Shiddiqiyyah Jelaskan Makna Lailatul Qodar dan Ketentuan 27 Syahru Romadlon
- Khamenei: Pemimpin Yang Memilih Syahid Daripada Tunduk Pada Zionis
- Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Peristiwa Besar dan Keistimewaan 17 Syahru Romadlon