ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Buku Jati Diri Bangsa Raih Penjualan 11.500 Eksemplar, Buktikan Inilah Buku Yang Ditunggu-Tunggu
13 September 2024 12:00

Dampak buku ini terasa begitu kuat hingga institusi negara. “Ada yang membelinya dalam jumlah besar. Dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI), sebagian dari Lembaga Ketahanan Nasional (LEMHANAS), ada juga sebagian dari partai-partai”, ungkap Bapak Haryo.
Sebagai bukti bahwa Jati Diri Bangsa juga mendapat perhatian dari institusi negara, salah satu Panglima TNI yang menjabat saat buku ini terbit, Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M., memberikan sambutan mengenai buku ini: “Buku ini berisi dawuh-dawuh dari rasa, periksa, dan karsa Bapak Kyai Muchammad Mukhtar Mu’thi. Sebuah bentuk kepedulian dan sumbang pemikiran seorang ulama tashawwuf dunia, sekaligus upaya membangunkan kembali wawasan kebangsaan demi menjaga kesatuan bangsa. Saya berharap, melalui buah karya ini, seluruh komponen bangsa semakin memahami pentingnya upaya Pembangunan mental dan jati diri dalam berbangsa dan bernegara”.
Pendeta Ir. Andyiono, tokoh agama kristen, menyatakan bahwa buku Jati Diri Bangsa tidak hanya layak dimiliki dan dibaca, tetapi merupakan "Obor Berkat bagi bangsa Indonesia".
Menurut Bapak Haryo, ada aspek yang menjadi perhatian para pembeli. “Ada 2 hal yang dilihat. Pertama, siapakah yang menulis? Bahwa itu Kyai Muchammad Mukhtar Mu’thi. Kedua adalah definisi jati diri bangsa. Karena jati diri bangsa definisinya menurut yang belum mengetahui itu tidak pas menurut mereka sendiri. Begitu ada yang mengemukakan definisi jati diri bangsa adalah manunggalnya keimanan dan kemanusiaan, mereka mengakui. Itulah yang membuat mereka tersengat”, terang beliau.
Buku Jati Diri Bangsa telah menjadi kunci pemahaman yang terang bagi masyarakat Indonesia yang selama ini masih samar mengenai jati diri bangsanya. Relevansi pesan-pesan dalam buku Jati Diri Bangsa sangat erat dengan kondisi Indonesia saat ini. Di saat kehidupan masyarakat semakin jauh dari nilai-nilai luhur keadilan dan keberadaban, obat untuk kesembuhan Tanah Air Indonesia adalah kembali kepada jati diri bangsa.
Sebagaimana yang disampaikan oleh Bapak Haryo, “Buku Jati Diri Bangsa adalah pesan dari Bapak Kyai untuk mengingatkan bahwa bangsa Indonesia sedang sakit, obatnya hanya satu, taubat nasional untuk kembali ke jati diri bangsa Indonesia", ucap beliau.
Pada momen Doa Bersama, 30 Januari 2022 di Pesantren Shiddiqiyyah, Sang Mursyid menyampaikan pitutur luhur, “Tujuan sejati negara kita itu manunggalnya keimanan dan kemanusiaan. Kalau keimanan sudah manunggal dengan kemanusiaan, pasti akan adil dan beradab. Kalau Indonesia rakyatnya sudah adil dan beradab, Indonesia seperti surgawi. Maka wajib orang Shiddiqiyyah memiliki buku ini. Wajibnya karena jati dirinya sendiri. Jati diri itu wajib.”
Haryo Sumantri mengharapkan kemanfaatan dan perkembangan mengenai buku ini. “Kami harap pembaca tidak hanya berhenti pada memiliki buku itu. Harapan kami bisa menularkan pada yang lainnya. Kami punya cita cita buku itu masuk dalam silabus pendidikan. Baik itu Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) maupun Pendidikan Nasional Indonesia (Dikni). Bisa jadi pesan jati diri bangsa ini harus dibuatkan media sesuai pembaca atau audience bagi setiap jenjang, mulai dari PAUD hingga Pendidikan Tinggo. Itu masih menjadi PR kami untuk mewujudkannya”, pungkas beliau. (OPSHID Media)
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur
- Sambut HUT Ke-13, PT Sehat Tentrem Jaya Lestari Salurkan Santunan dan Gelar Buka Bersama 500+ Pekerja
- Shiddiqiyyah Jelaskan Makna Lailatul Qodar dan Ketentuan 27 Syahru Romadlon
- Khamenei: Pemimpin Yang Memilih Syahid Daripada Tunduk Pada Zionis
- Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Peristiwa Besar dan Keistimewaan 17 Syahru Romadlon