Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Shilaturrochmi Cucu Adik Kyai Abdul Chamid Chasbulloh, Guru Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Ketika Nyantri di Tambak Beras

31 Mei 2024 10:38

Shilaturrochmi Cucu Adik Kyai Abdul Chamid Chasbulloh, Guru Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Ketika Nyantri di Tambak Beras

Jombang – Rabu (29/05/2024) lalu, pondok pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah Indonesia kedatangan tamu dari pengasuh pondok pesantren Tambak Beras, di antaranya ada Gus Abdul Hanan Majid bin Amaanulloh Bin Abdurrohim Hasbulloh atau dikenal Gus Hanan, Gus Jauharudin bin Ahmad Al Fatih Bin Abdurrohim Hasbulloh atau dikenal Gus Rud, Pak Sunardi dan Gus Robert cucu dari K.H. Masjkur dari Banten.

Kedatangan beberapa pengasuh pondok pesantren Bahrul Ulum - Tambak Beras ini bertujuan untuk shillaturochmi dan minta do’a restu secara langsung kepada Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Kyai Moch. Mukhtar Mu’thi Syekh Mukhtarulloh Al Mujtabaa. Yang mana menurutnya, Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah adalah Kyai sepuh yang ada di Jombang dan pernah nyantri di Tambak Beras.  

Fotbar Gus-Gus.webp (166 KB)
Dari kiri: Bpk Rozaq, Gus Hanan, Gus Rud, Bpk Sunardi, Gus Robet, Bpk. Musta'in

Salah satu tamu yang hadir pada kunjungan tersebut, rupanya memiliki hubungan nasab dengan K.H Abdul Chamid Chasbulloh, guru Sang Mursyid ketika nyantri di Tambak Beras. Beliau adalah Gus Jauharudin atau Gus Rud, cucu dari adik K.H Abdul Chamid Chasbulloh. Pada pertemuan itu, Kyai Moch. Mukhtar Mu’thi Syekh Mukhtarulloh Al Mujtabaa menceritakan kenangan lama ketika menjadi santri di pondok pesantren Tambak Beras, tentang bagaimana sang Mursyid yang selalu menyimak hafalan Al Qur-an Kyai Chamid hingga akhirnya diberi do'a amalan. 

Mengenai nyantri di Bahrul Ulum - Tambak Beras pernah disampaikan oleh Kyai Moch. Mukhtar Mu’thi Syekh Mukhtarulloh Al Mujtabaa kepada jama'ah Shiddiqiyyah pada kesempatan tertentu. Bahwa beliau nyantri di pondok pesantren Tambak Beras pada tahun 1940-an. Meski nyantri di Tambak Beras terbilang singkat; hanya 8 bulan saja, namun membekas di hati dan jiwa Sang Mursyid. Terbukti dengan amalan khusus yang beliau terima saat itu masih lestari sampai saat ini. 

Terkait amalan yang di terima Sang Mursyid, pada pertemuan yang berlangsung pagi hari di warung Ta’at saat itu, beliau menyampaikan amalan yang telah beliau terima kepada Gus Rud, menanggapi hal itu Gus Rud merasa sangat senang dan takjub.

”Wah luarbiasa yang disampaikan, bahkan saya bilang cukup rahasia, karena itu pribadi yang didapat beliau dari gurunya, dan itu dikembalikan kepada cucunya gurunya. Ijazah. Ketika cucunya gurunya datang dari Tambak Beras, dari NU beliau sampaikan yang tadi itu, maka kami catat dengan senang hati. Maka bisa dilihat betapa baiknya hubungan beliau dengan Tambak Beras” jelas Gus Rud saapan beliau.

Gus Rud juga menyampaikan rasa kagumnya kepada sosok Sang Mursyid. Menurut Gus Rud, salah satu tertib atau rukun dan harmonisnya kabupaten Jombang ini, tak lepas dari peran Sang Mursyid. Yang mana beliau mengajarkan kepada jama’ahnya untuk konsisten melakukan aksi-aksi sosial, dan itu tidak bisa dipungkiri oleh siapapun. ”Bagaimana jama’ah Shiddiqiyyah di inspirasikan oleh kyai Mukhtar itu belajar dan juga praktek. Jadi kalau jika memakai frame sosial tidak ada celah untuk memandang kurang. Bagaimana aksi-aksi sosial yang dilakukan oleh jama’ah thoriqoh Shiddiqiyyah nyata manfaatnya kepada Masyarakat”, jelas Gus Rud. (OPSHID MEDIA)

Penulis: Maharani Dika Putri

Editor: Nuraida