Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Haul Orang Tua Mursyid, Siapakah Sahabat Beliau Yang Haulnya Juga Diperingati Di Hari Yang Sama?

02 Mei 2024 07:00

Haul Orang Tua Mursyid, Siapakah Sahabat Beliau Yang Haulnya Juga Diperingati Di Hari Yang Sama?

Pada hari Isnen dan Selasa (29-30/04/24), sebanyak 750 orang hadir pada acara peringatan Haul Kyai Haji Abdul Mu’thi dan Ibu Nyai Siti Nasichah, orang tua dari Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia, Al Mukarrom Kyai Moch. Mukhtar Mu'thi Syekh Mukhtarulloh Al Mujtabaa. Acara diselenggarakan di Pusat Thoriqoh Shiddiqiyyah Indonesia, Pesantren Majma'al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah, Losari - Ploso - Jombang.

Kyai Haji Abdul Mu’thi adalah ulama’ tashawuf dan Mursyid Thoriqoh Samaniyyah. Beliau juga berperan besar dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Bangunan masjid yang ada di pesantren Shiddiqiyyah pusat juga merupakan tinggalan beliau.

Selain dari pihak abah, ibu dari Kyai Mukhtar yaitu Nyai Siti Nasichah juga banyak berperan dalam mengembalikan Thoriqoh Shiddiqiyyah yang sudah tenggelam lebih dari 1000 tahun lamanya. Melalui nasehat yang disampaikan Nyai Nasichah, Kyai Mukhtar membangun Jaami’atul Mudzakkirin pertama yang menjadi tempat khusus untuk bai’at (mengajarkan ilmu Thoriqoh).

Jika di tahun-tahun sebelumnya, pada bulan syawwal ini memperingati Haul Kyai Haji Abdul Mu’thi dan Nyai Nasichah, untuk tahun ini dan seterusnya akan ditambahkan dua orang yang haulnya diadakan di waktu yang sama. Keduanya merupakan sahabat dari orang tua Kyai Mukhtar, yaitu Haji Ismail dan istrinya Hajjah Maimunah.

Pada hari Isnen diadakan Khotmil Qur-an, dengan khatam Al Qur-an sebanyak 18 kali. Kemudian esoknya dilanjut do’a yang diikuti oleh warga Thoriqoh Shiddiqiyyah, dan murid-murid pesantren Shiddiqiyyah.

Dalam mauidhotul chasanah yang disampaikan oleh Kyai Mukhtar, beliau mengutip dari Surat Al Hujurot ayat ke 10, yang artinya “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu saudara. Maka perbaikilah kamu persaudaraan. Bertaqwalah kamu kepada Alloh agar kamu semuanya saling mencintai, saling menghargai, saling tolong tolong menolong, saling hormati menghormati, saling ingat mengingatkan saling maaf memaafkan”.

Beliau juga menyampaikan bahwa persaudaraannya Haji Abdul Mu’thi dan Ibu Siti Nasichah dengan Haji Ismail dan istrinya Hajjah Maimunah, adalah sama seperti yang dikehendaki ayat tersebut. Seiman, seagama, sehidup, semati, sesenang, sesusah.

“Makanya waktu saya mondok di Peterongan, abah yang mengantarkan dan abah Haji Ismail ikut mengantarkan dan ikut membiayai saya mondok”, jelas Sang Mursyid.

Pada acara Haul tahun ini, beliau Kyai Mukhtar Mu’thi memberikan penghormatan dalam dua bentuk kepada Haji Ismail dan Hajjah Maimunah. Pertama, penghormatan ritual dengan ditetapkannya Haul Haji Ismail dan Hajjah Maimunah pada hari yang sama dengan Haul orang tua Kyai Mukhtar. Kedua, penghormatan material yang diwujudkan dengan pemindahan makam Haji Ismail dan Hajjah Maimunah dari komplek makam umum ke pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah. Dan nantinya makam ini akan dibangun dengan indah dan bermakna.

Pemindahan makam ini bersumber dari hadits nabi yang artinya “Kuburlah keluarga-keluarga matimu di tengah-tengah kuburan orang-orang yang soleh”.

Penulis: Ainun Nasikhah

Editor: Sa’adatush S.