Header

ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA

Tradisi Bubur Syuroan, Wujud Syukur dan Belasungkawa di THGB

21 Juli 2024 09:05

Tradisi Bubur Syuroan, Wujud Syukur dan Belasungkawa di THGB

JOMBANG - Pada bulan Asyuro atau biasa dikenal bulan Muharrom, terdapat tradisi yang biasa disebut Bubur Syuroan. Tarbiyyah Hifdhul Ghulam Wal Banat selaku lembaga pendidikan di lingkungan Thoriqoh Shiddiqiyyah turut serta melestarikan tradisi tersebut. 

Bubur Syuro merupakan tradisi warisan Wali Songo saat memasuki bulan Muharrom atau bulan Asyuro. Jika mengacu pada sejarah Islam, sejumlah peristiwa besar kerap terjadi di bulan Asyuro, utamanya peristiwa yang berkaitan dengan mu’jizat para Nabi dan keistimewaannya.

Namun setelah Nabi Muhammad SAW wafat, bulan Asyuro menjadi bulan yang gelap, lantaran pada bulan ini cucu kesayangan Nabi Muhammad SAW yakni Sayyidina Husain R.A dibunuh dengan cara keji. 

Bubur Syuro 1.webp (209 KB)

 Doc: Arsip THGB

Untuk itu sebagai bentuk melestarikan tradisi dan wujud syukur serta belasungkawa terhadap peristiwa yang dialami oleh para Nabi dan keluarganya, inilah yang tengah ditanamkan kepada murid-murid THGB. Terbukti dengan dilaksanakan acara bubur syuroan di Bustan atau jenjangnya masing-masing, yakni: 

  • Bustan Tsani (SMP) pada Kamis, 11 Muharrom 1446 H / 18 Juli 2024 M.
  • Bustan Ula (SD) dan Bustan Tsalits (SMA) pada Sabtu, 13 Muharrom 1446 H / 20 Juli 2024 M.

Bapak Ulil Abshor selaku kepala sekolah Bustan Tsalits menyampaikan harapan dibalik terlaksananya acara bubur syuro ini, “Ketika mengacu kepada peristiwa hari rayanya para Nabil-Nabi seperti Nabi Nuh dan Nabi Ibrohim, harapannya melalui Bubur Suro itu juga merupakan do’a agar kita diberi keselamatan. Dan jika mengacu kepada taubatnya Nabi Adam dan Nabi Yunus yang diterima, harapannya agar taubat kita juga bisa diterima di bulan Muharrom ini. Disisi lain juga sebagai belasungkawa atas Sayyidina Husain”, jelas Bapak Ulil Abshor.

Kegiatan ini adalah hal yang patut dilestarikan oleh umat Islam, di samping kita mengingat sejarah, ada pula pelajaran yang dapat kita ambil sembari merayakan hari raya kemenangan para Nabi dan belasungkawa terhadap cucu Nabi Muhammad SAW. (OPSHID MEDIA)

Penulis: Maharani Dika Putri

Editor: Nuraida