ATAS BERKAT ROCHMAT ALLOH YANG MAHA KUASA
Takhtim adalah Imtihan Bagi THGB
07 Maret 2024 00:00

JOMBANG – Al Khootimur Roobi’uun atau Takhtim ke-40 telah berlangsung di Pondok Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah Pusat, tepatnya di teras Gedung ORSHID, (07/03/2004) lalu.
Menurut keterangan Bapak Ulil Abshor selaku pembina acara, Takhtim merupakan salah satu kegiatan berupa ceremonial sebagai tanda penutupan sementara kegiatan belajar mengajar di Tarbiyyah Hifdhul Ghulam Wal Banat.
“Dalam satu tahun, ada awal tahun ajaran baru dan ada akhir tahun ajaran, jadi takhtim sebagai tanda untuk menutup kegiatan belajar mengajar selama satu tahun. Kalau di pesantren lain itu penyebutannya Imtihan, dari kata khotim, khatam, untuk menandai selesainya kegiatan belajar mengajar di tahun ini”, jelas Bapak Ulil.
Sebelum memasuki acara Takhtim, telah dilangsungkan kegiatan peremajaan dan pembersihan area Pesantren atau yang biasa disebut ALBIRRU, pada tanggal 12-14 Sya’ban 1445 H / 23-25 Februari 2024 M, yang dilaksanakan sendiri oleh siswa-siswi THGB Bustanuts Tsani dan Bustanuts Tsalits yang terdiri dari tingkat 7 sampai tingkat 12.
Acara Takhtim ini juga tidak lepas dari kegiatan Pekan Olahraga dan Kreativitas (POK), yang mana kegiatan tersebut satu rangkaian dengan acara Takhtim sejak 12 tahun lalu.
“POK satu rangkaian dengan acara Takhtim. Jadi selama satu tahun kan anak-anak berputar pada kegiatan kelas lebih banyak, nah POK itu sebagai salah satu ajang untuk menumbuhkan daya kreativitas, menumbuhkan kekompakan, dan sebagainya”, ujar Bapak Ulil.
Seperti yang telah diketahui, bahwa tiap tahunnya panitia acara POK adalah siswa-siswi THGB tingkat 9. Namun untuk acara Takhtim dipersiapkan oleh siswa-siswi THGB tingkat 11, “Persiapan Takhtim dilaksanakan oleh pembina panitia, panitia tingkat 11, pendamping panitia dari tingkat 10, kakak kelas tingkat 12 juga ada”, kata Subeqi Fajar Firmansyah sebagai Ketua Panitia.
Adapun tema dari acara Takhtim juga tidak berbeda dari tema acara POK, yakni: “Dengan mengagungkan bulannya Nabi Muhammad SAW, kita semakin semangat menyambut kebangkitan Tashawwuf Dunia”. Menurut panitia pelaksana Takhtim, menyebutkan bahwa pemberian tema tersebut dari pengurus ustadz-ustadzah THGB. Yang mana dalam sambutannya Zabrinya Nur Ainiyah menyampaikan:
“Atas Berkat Rochmat Alloh Yang Maha Kuasa, kami menerima pemahaman bahwa dengan mengagungkan Nabi Muhammad SAW tidak hanya pada bulan Maulid saja. Akan tetapi bisa kapan saja, misalnya pada acara hari ini bertepatan pula dengan bulan Sya’ban yang mempunyai makna cabang-cabang kebaikan, dan bulan Sya’ban ini juga merupakan bulannya Sang Uswatun Chasanah, yaitu Nabi Muhammad SAW. Jadi kita harus melakukan segala amal kebaikan yang sudah dicontohkan oleh beliau Nabi Muhammad SAW dan Sang Maha Guru kita, agar kebaikan kita menyusul kepada Dzat Yang Maha Kuasa, Tuhan alam semesta, Alloh Ta'ala”, tegas Zabrina Nur Ainiyah selaku Wakil Ketua Panitia.
Dengan pengeluaran dana sebesar 127 juta rupiah, siswa-siswi THGB sukses mempersiapkan dan melaksanakan acara dengan baik dalam kurun waktu kurang lebih 2 bulan. Yang mana tersebut berasal dari THGB, IMQ, MQ, dan IKHWAN Center.
Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyyah Bapak Kyai Moch. Mukhtar Mu’thi juga hadir dalam acara ini. Beliau memberikan Mau'idhotul Chasanah dan do’a. Di dalam Mau'idhoh Chasanah, Sang Mursyid menerangkan tentang kalimat “Atas Berkat Rochmat Alloh Yang Maha Kuasa”, yang mana kalimat tersebut selalu ada di video, pamflet, surat, dan sebagainya yang berhubungan dengan Shiddiqiyyah.
Beliau dawuh bahwa kalimat “Atas Berkat Rochmat Alloh Yang Maha Kuasa” ini diambil dari pembukaan UUD 1945 Alinea ke-3, beliau juga menjelaskan lebih lanjut makna kata “Berkat” dan “Rochmat”. Bahwa Rochmat terbagi menjadi 2, ada Rochmat umum, ada Rochmat khusus, sedangkan kemerdekaan Indonesia ini adalah termasuk Rochmat khusus. Setelah itu, Sang Mursyid juga menegaskan bahwa orang tua haruslah selalu mengawasi pergaulan anak-anaknya.
Ditegaskan lagi oleh Ibu Nyai Shofwatul Ummah dalam sambutannya, beliau menyampaikan begitu banyak tentang orang tua yang harus mengawasi putra-putrinya supaya menjadi anak yang berakhlaq baik sebab itu menyangkut perkembangannya, dan bahwa anak yang sholeh itu termasuk satu dari 3 hal yang tidak terputus walaupun kita sudah meninggal dunia.
“Jadi satu tahun libur sekolah di THGB, tetapi tidak libur dalam kegiatannya untuk ibadah. Kami menitip kepada njenengan semua sebagai Wali Murid untuk selalu dipantau dan disupport ((kegiatan anak-anak ketika di rumah nanti)”, tegas Ibu Nyai Shofwatul Ummah.
Tidak jauh dari kesan dan harapan yang baik, acara Takhtim semakin berkembang setiap tahunnya. “Yang pasti semakin kesini, kreativitas dari murid-murid THGB itu semakin wow banget!. Setiap tahun selalu ada hal baru yang disitu menunjukkan semakin kreatifnya anak-anak, semakin berkualitasnya anak-anak. Dan Alchamdulillah dari satu sisi, kepanitiaan itu semakin tahun semakin bagus, kompak, rapih, yang pasti itu”, kesan Bapak Ulil.
“Semoga bisa semakin kreatif, bisa semakin bermakna, dan bisa semakin banyak hikmah yang terkandung di dalamnya”, harapnya. (OPSHID Media)
- Konflik Geopolitik Berakar Dari Nafsu yang Menghancurkan Kemanusiaan
- Jejak Pemahaman Lintas Budaya Dalam Fitrah Keanekaragaman
- Haul Leluhur Mursyid, Bukan Sekadar Tradisi Tanpa Dasar
- Inlander, Sebutan Dari Para Penjajah Untuk Menjatuhkan Martabat Bangsa
- Zakat Fitrah: Hadiah Rosululloh Khusus Fakir Miskin
- Tradisi Sambung Roso OPSHID, Bagikan Parcel Idul Fithri Upaya Pangruwatan Rumah Syukur
- Sambut HUT Ke-13, PT Sehat Tentrem Jaya Lestari Salurkan Santunan dan Gelar Buka Bersama 500+ Pekerja
- Shiddiqiyyah Jelaskan Makna Lailatul Qodar dan Ketentuan 27 Syahru Romadlon
- Khamenei: Pemimpin Yang Memilih Syahid Daripada Tunduk Pada Zionis
- Mursyid Shiddiqiyyah Ungkap Peristiwa Besar dan Keistimewaan 17 Syahru Romadlon